
JAYAPURA (10/8/26), NGK — Kepedulian terus mengalir bagi anak-anak dan keluarga yang menjadi korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura dan sekitarnya. Berbagai pihak bergerak bersama memberikan dukungan dan bantuan, saat para korban masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Ketua Panitia Temu Raya dan Karya PKB ke-18 se-Tanah Papua sekaligus anggota DPD RI/MPR RI Provinsi Papua, Henock Puraro, S.Sos., mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura dan Tanah Papua menunjukkan kepedulian. Dalam pernyataannya, ia menegaskan musibah tidak perlu dijadikan alasan saling menyalahkan, melainkan fokus pada pertolongan bagi yang terdampak.
“Saudara-saudaraku, beberapa hari terakhir telah terjadi bencana luar biasa. Saudara dan anak-anak kita di Depapre dan sekitarnya terkena dampak makanan bergizi gratis yang dibagikan. Kita tidak usah persoalkan dari mana dan kenapa. Yang terpenting saat ini mereka membutuhkan pertolongan. Ini adalah tanggung jawab sosial dan bentuk kasih kepada saudara serta anak-anak kita yang tertimpa musibah,” ujar Henock.
Ia mengingatkan bahwa musibah dapat terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Oleh karena itu, semangat gotong royong dan kemanusiaan harus menjadi kekuatan bersama masyarakat Papua. “Ayo bersama-sama kita tolong saudara kita. Bisa saja bencana menimpa siapa saja dan di mana saja. Mari kita bersatu demi kemanusiaan di Tanah Papua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Sentani Barat Moi, Pdt. Billy Hokoyoku, S.Th., menyampaikan bahwa pihak gereja telah mengambil langkah konkret atas arahan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua. GKI secara resmi membuka Posko di Klasis Waibu Moi guna membantu penanganan korban yang dirawat di Rumah Sakit Daerah Yowari dan Puskesmas Sentani.

Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi bantuan sekaligus pelayanan kebutuhan konsumsi bagi pasien dan keluarga yang mendampingi. “Posko ini menjadi tempat mengatur dan menyediakan makanan bagi semua pasien serta orang tua yang mendampingi di rumah sakit,” jelas Pdt. Billy.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan penyerahan bantuan langsung dari Henock Puraro ke posko. “Bantuan ini akan kami kelola dan salurkan untuk kebutuhan makan pasien dan keluarga yang membutuhkan. Terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan,” ucapnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa saat musibah datang, perbedaan latar belakang maupun keyakinan tidak boleh menjadi penghalang. Semangat gotong royong, kepedulian, dan kasih menjadi kekuatan bersama meringankan beban sesama. Dari Kabupaten Jayapura, kepedulian kemanusiaan terus digelorakan—bersama membantu, bersama menguatkan, dan bersama memulihkan. (aw/ka)







