Beranda PAPUA TENGAH Penyerapan Anggaran APBD Papua Tengah Baru Mencapai 24,22%

Penyerapan Anggaran APBD Papua Tengah Baru Mencapai 24,22%

18
0
BERBAGI
Ilustrasi

Data per 11 Agustus 2026, capaian penyerapan anggaran secara keseluruhan berada di angka 33,37%, dan masuk dalam kategori rendah. Kondisi ini ditegaskan harus menjadi perhatian semua OPD

NABIRE (13/8/26), NGK — Penyerapan anggaran dari 26 OPD di Provinsi Papua Tengah yang memiliki 175 Program, 503 Kegiatan, dan 1.545 Subkegiatan hingga, saat ini baru mencapai 24,22% untuk realisasi keuangan. Sedangkan realisasi fisik tercatat sebesar 14,63%. Angka tersebut tergolong rendah dan memerlukan perhatian serius serta kerja ekstra dari seluruh OPD untuk mengejar target penyerapan yang diharapkan.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala BAPPERIDA Provinsi Papua Tengah, Elieser Yogi, S.STp., M.Si dalam laporannya pada kegiatan Monitoring Meja Semester I Tahun Anggaran 2026 di Aula RRI Nabire, Kamis (13/8).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Jumat (14/8) ini diikuti oleh 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dihadiri Para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Biro, serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov Papua Tengah.

Ilustrasi

Elieser Yogi  melaporkan, pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 sebesar Rp3.177.954.628.799,00, dengan realisasi belanja keuangan hingga saat ini baru mencapai Rp769.768.233.888,50. Elieser juga menegaskan bahwa progres penyerapan Dana Otonomi Khusus menjadi hal penting yang harus diperhatikan secara khusus oleh setiap OPD.

Kegiatan Monitoring Meja ini merupakan bagian dari fungsi pengendalian pembangunan daerah, bertujuan memantau perkembangan kemajuan penyerapan anggaran serta mengidentifikasi kendala dan permasalahan di lapangan agar dapat segera dicarikan solusi dan tindakan korektif. Elieser mengingatkan bahwa masih tersisa kurang lebih empat bulan waktu pelaksanaan kegiatan, sehingga seluruh OPD diminta terus memperbarui data realisasi fisik melalui aplikasi e-Dalevbang sebagai bahan laporan kepada Gubernur. Selain itu, BAPPERIDA juga akan melanjutkan dengan pemantauan langsung ke lapangan setelah kegiatan Monitoring Meja selesai dilaksanakan.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Tengah yang disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah, Silwanus A. Soemoele, menyampaikan bahwa berdasarkan data per 11 Agustus 2026, capaian penyerapan anggaran secara keseluruhan berada di angka 33,37%, yang juga masuk dalam kategori rendah. Kondisi ini ditegaskan harus menjadi perhatian bersama.

Pj. Sekretaris Daerah mengingatkan seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala OPD untuk segera mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, tetap mematuhi peraturan yang berlaku, serta mengutamakan penggunaan produk dalam negeri. Seluruh permasalahan yang menghambat pelaksanaan program dan kegiatan diminta segera dilaporkan agar dapat diselesaikan bersama tanpa menumpuk di akhir tahun.

Pihaknya juga menekankan pemanfaatan aplikasi pemantauan berbasis situs dalevbang.papuatengahprov.go.id agar pelaporan berjalan secara daring dan dapat dipantau secara waktu nyata. Seluruh laporan capaian realisasi dari setiap OPD akan menjadi bahan penilaian kinerja, sehingga harus disampaikan secara transparan dan akuntabel.

“Kunci keberhasilan pengelolaan pembangunan daerah terletak pada pengendalian dan evaluasi yang terencana. Mari kita berkomitmen meningkatkan kinerja demi mewujudkan Papua Tengah Emas yang Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan,” tegas Silwanus menyampaikan arahan Penjabat Gubernur, Melki Nawipa. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here