
NABIRE (26/9/26), NGK — Siang itu, 13 Januari 2026, matahari bersinar terik menyengat di Area Eks Bandara Lama, Jalan Jenderal Sudirman, Nabire. Ratusan jurnalis dari se-Tanah Papua berkumpul di sana, hadir dalam Festival Media Se-Tanah Papua pertama yang digelar Asosiasi Wartawan Papua. Di tengah keramaian dan panasnya udara, sesosok lelaki berbadan gemuk melangkah mendekat.
“Kakak… selamat datang di Nabire,” ucapnya ramah.
Itulah Emanuel You — sosok yang dikenal luas di kalangan insan pers Papua sebagai jurnalis senior yang telah mengabdikan diri lebih dari dua puluh tahun. Namanya lekat dengan perjalanan dunia pemberitaan di tanah ini, salah satunya melalui kiprahnya di media Papua Pos. Siapa sangka, sapaan hangat di siang yang terik itu adalah awal dari sebuah perjalanan baru yang mengangkatnya dari ruang redaksi ke ruang pemerintahan.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, momen bersejarah itu terjadi. Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, SH, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) penunjukan Emanuel You sebagai Juru Bicara Gubernur Papua Tengah. Acara sederhana namun penuh makna itu berlangsung di ruang rapat Gubernur, di hadapan puluhan awak media yang telah lama menjadi rekan seperjuangannya.
“Hari ini saya tunjuk Juru Bicara Gubernur di depan seluruh wartawan. Dan yang jadi juru bicara ini adalah seorang wartawan juga, namanya Emanuel You,” tegas Gubernur Nawipa saat mengumumkan penunjukan tersebut.
Keputusan itu bukan kebetulan semata. Tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/164 Tahun 2026 yang ditetapkan di Nabire pada 9 Juli 2026, pemilihan Emanuel You didasari dua alasan utama: pengalaman panjangnya di jurnalistik, sekaligus keinginan Gubernur memberikan ruang kepada anak asli Papua yang benar-benar memahami karakter masyarakat dan dinamika informasi di daerahnya.
“Saya ambil juru bicara ini supaya anak asli Papua dan seorang wartawan,” ujar Gubernur.
Dua puluh tahun lebih meliput berita, menyaksikan langsung peristiwa-peristiwa yang membentuk Papua Tengah, menjadikan Emanuel bukan sekadar saksi, melainkan bagian dari denyut nadi masyarakat. Ia paham bagaimana informasi mengalir, apa yang dicari rakyat, dan bagaimana sebuah kabar bisa berubah saat sampai di telinga yang berbeda. Pemahaman inilah yang kini diharapkan menjadi jembatan kokoh antara pemerintah dan publik.
Tugasnya tak ringan: melakukan koordinasi informasi, menyampaikan pernyataan resmi kepada media, mendampingi Gubernur dalam kegiatan komunikasi publik, dan memastikan setiap kebijakan sampai ke masyarakat secara utuh, tidak terpotong, tidak terdistorsi. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media digital, peran itu menjadi semakin vital.
Dari penulis berita menjadi penyampai kebijakan, perpindahan posisi yang menarik sekaligus menantang. Namun bagi Emanuel, dunia jurnalistik dan dunia pemerintahan sesungguhnya bertemu pada satu titik yang sama: kebenaran dan pelayanan kepada masyarakat. Pengalamannya meliput berbagai dinamika sosial, politik, dan pembangunan menjadi bekal berharga agar pesan pemerintah tidak hanya terdengar, tetapi juga dipahami.
Kini, Emanuel You berdiri di persimpangan dua dunia. Ia membawa kebiasaan ketelitian, kecepatan, dan keterbukaan yang dipelajarinya di lapangan pemberitaan ke dalam lingkup pemerintahan. Ia menyampaikan rilis resmi, mengawal agenda strategis, dan menjawab pertanyaan publik dengan bahasa yang jelas — menjembatani keinginan pemerintah membangun dan harapan masyarakat yang ingin tahu.
Penunjukan ini bukan sekadar pergantian jabatan seorang individu. Ini adalah tanda bahwa di Papua Tengah, keterbukaan informasi bukan sekadar janji — ia diwujudkan dengan memberi tempat bagi mereka yang memahami arti sebuah berita. Di bawah naungan amanah baru itu, Emanuel You kini berjalan membawa harapan: agar suara pemerintahan didengar jernih, agar aspirasi rakyat tersalurkan tepat, dan agar komunikasi yang sehat tumbuh subur di tanah yang sama-sama mereka cintai.
Dari menyuarakan kenyataan, kini ia menyampaikan kebijakan — dengan semangat yang sama: melayani Papua Tengah, satu pesan yang jujur pada satu waktu. (ka)







