Beranda MIMIKA Bupati Rettob: Tuhan Punya Rencana Lebih Indah untuk Karel

Bupati Rettob: Tuhan Punya Rencana Lebih Indah untuk Karel

111
0
BERBAGI
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyambut langsung kedatangan jenasah almarhum Karel Gwijangge di Apron Bandara Moses Kilangin Timika, Minggu (6/9/2026) - Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati.

Kepergian Wakil Ketua II DPRK Mimika, Karel Gwijangge, menyisakan duka mendalam bagi Tanah Mimika. Rekam jejak pengabdian lima periode menjadi warisan keteladanan seorang pamong rakyat.

TIMIKA (6/9/26), NGK – Bandara Mozes Kilangin Timika, pada Minggu (6/9/2026) pagi terasa begitu berat. Suasana haru menyelimuti ratusan pelayat yang berbaris menanti kedatangan jenasah putra terbaik Tanah Mimika.

Pesawat Garuda Indonesia yang membawa jenazah almarhum Karel Gwijangge, S.I.P., Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, tiba dengan selamat dari Jakarta setelah transit di Jayapura.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dan keluarga besar masyarakat Nduga serta keluarga besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mimika berdiri menyambut dengan derai air mata dan penghormatan pemerintahan.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Almarhum Bapak Karel Gwijangge, Wakil Ketua II DPRK Mimika. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan segala amal bakti beliau selama mengabdi untuk masyarakat Mimika diterima sebagai amal ibadah di hadapan-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Wakil Bupati, Emanuel Kemong saat  menyambut jenazah almarhum Karel Gwijangge di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Iring iringan mobil jenasah saat keluar dari Bandara Moses Kilangin menuju rumah duka. (Foto; Tim Multi Media Wakil Bupati)

Jenazah almarhum kemudian langsung diberangkatkan menuju rumah duka. Di sana, kemudian Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama sang istri, Ny. Susana Susi Herawati Rettob serta Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau lantas bergabung untuk menyatu dalam ibadah duka bersama jajaran pimpinan pemerintahan serta legislatif.

Bupati Mimika, Johanes Rettob ketika memberikan sambutan atas nama pemerintah di rumah duka. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

“Kita punya rencana yang banyak, kita punya rencana yang luar biasa untuk Bapak Karel, tapi Tuhan punya rencana yang lebih indah karena beliau harus dipanggil Tuhan,” ujar Bupati Mimika, Johanes Rettob ketika memberikan sambutan di rumah duka.

Di hadapan para pelayat, Bupati Rettob tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangannya. Ia berkisah, mengenal almarhum sejak lama sebagai sesama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan menyebut hubungan mereka bukan sekadar rekan politik dalam satu partai, melainkan sahabat seperjuangan yang saling melengkapi.

“Kepergian beliau ini merupakan kesedihan bagi kita, karena kita kehilangan orang-orang yang kita harapkan ke depan telah dipanggil Tuhan,” ucap Rettob dengan suara tercekat.

Ia juga berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan berat ini.

Bupati Mimika, Johanes Rettob dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong bersama Ibu Susi Rettob saat berada di rumah duka. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Mimika, Yohanes Felix Helyanan turut menyampaikan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Karel Gwijangge. Dia juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dalam hal ini kepada Bupati Mimika, Johanes Rettob dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong yang telah memberikan perhatian kepada almarhum Karel Gwijangge.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong bersama salah satu tokoh masyarakat Suku Nduga, Simon Nirigi di rumah duka. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Almarhum Karel adalah sosok yang selalu tersenyum dan jarang memperlihatkan emosinya ketika menghadapi berbagai persoalan. Sebagai orang yang pernah menjalin kerja sama yang cukup lama dengan almarhum Karel semasa hidupnya, Yohanes Felix Helyanan menyebut Karel sebagai teman sekaligus saudara yang rendah hati dan punya kepedulian kepada masyarakat.

Jejak Pengabdian Lima Periode di Parlemen

Karel Gwijangge bukanlah nama sembarangan di kancah politik lokal Papua. Lahir di Dusun Gurima, Kampung Geselema, Distrik Alama, Kabupaten Nduga, pada tahun 1971, almarhum menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar Sarjana Ilmu Sosial (S.I.P.) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Cenderawasih.

Konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dibuktikan lewat dedikasinya selama lima periode duduk sebagai anggota dewan perwakilan rakyat. Tidak hanya aktif di legislatif, almarhum juga memegang peran strategis sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Mimika.

Ibadah penerimaan jenasah di rumah duka. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Di mata kolega dan masyarakat luas, Karel dikenal sebagai figur politisi yang rendah hati, merakyat, dan tidak pernah lelah menyuarakan aspirasi masyarakat dari Mimika hingga Nduga di wilayah Papua Tengah.

Perjuangan Panjang Melawan Sakit

Di balik ketegaran fisiknya di panggung politik, almarhum ternyata telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya sejak tahun 2025. Kondisi kesehatannya yang memerlukan penanganan intensif membuatnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Jakarta Selatan, sejak Maret 2026.

Hingga akhirnya, takdir berkata lain. Pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 01.45 WIB, Sang Pencipta memanggilnya kembali dalam usia 55 tahun di RS MMC Jakarta.

Pale Gwijangge, adik kandung almarhum, mewakili pihak keluarga menyampaikan rasa kehilangan yang amat dalam. Di matanya, Karel bukan sekadar politisi sukses, melainkan pilar utama keluarga.

“Beliau bukan hanya kakak yang baik hati, tetapi seperti seorang ayah bagi kami semua,” kenang Pale dengan penuh ketegaran, menyadari bahwa keluarga harus ikhlas meski hati terasa perih.

Penghormatan Negara dan Rencana Pemakaman

Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasa pengabdiannya, pemerintah daerah memastikan prosesi pemakaman akan dilaksanakan secara paripurna kenegaraan dan kedinasan.

Bupati Rettob menjelaskan bahwa setelah seluruh rangkaian ibadah keluarga dan gereja diselesaikan, jenazah almarhum rencananya akan dibawa ke gedung DPRK Mimika pada Senin (7/9/2026) untuk melalui Rapat Paripurna pelepasan jenazah. Setelah itu, almarhum akan dimakamkan melalui upacara resmi pemerintahan.

Waktu rinci pelaksanaan upacara pemakaman saat ini masih dikoordinasikan secara mendalam antara pemerintah daerah dan pihak keluarga besar.

“Selamat jalan, Bapak Karel Gwijangge. Komitmen pengabdianmu bagi rakyat Mimika dan Papua Tengah akan selalu dikenang abadi. Damailah di sisi-Nya.” (thobias maturbongs & krist ansaka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here