Beranda PAPUA TENGAH IFRC Mimika Bukan Sekadar Lomba Tapi Sarana untuk Tingkatkan Keterampilan

IFRC Mimika Bukan Sekadar Lomba Tapi Sarana untuk Tingkatkan Keterampilan

46
0
BERBAGI
Gubernur Meki Nawipa saat memberikan sambutan pada penyelengraan IFRC ke-8 tahun 2026 di Mimika Sports Centre (MSC), Kabupaten Mimika pada Sabtu (24/10/2026) -- Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati.

TIMIKA (25/10/2026), NGK — Penyelenggaraan Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 di Mimika bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana memperkuat keterampilan, profesionalisme serta budaya keselamatan kerja bagi para pekerja dan masyarakat luas.

Pembukaan IFRC dilakukan secara bersama sama dengan memukul tifa (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Acara berskala nasional ini dibuka oleh Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa di Mimika Sports Centre (MSC), Kabupaten Mimika pada Sabtu (24/10/2026). Turut hadir Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Wakil Gubernur Deinas Gelei, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, Bupati Nabire, Bupati Puncak Jaya, Bupati Puncak, Bupati Intan Jaya, Bupati Dogiyai, serta Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia, Carl Tauran, Direktur sekaligus EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma dan jajaran pimpinan perusahaan mineral di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Meki F. Nawipa menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia, PERTAPINDO, Kementerian ESDM, dan seluruh pendukung kegiatan ini.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Direktur PTFI, Claus Wamafma dan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada PT Freeport Indonesia lantaran, Meki mengaku, ia adalah salah satu mantan penerima beasiswa dari PT Freeport Indonesia.

“Kegiatan Indonesian Fire & Rescue Competition bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan sarana untuk meningkatkan keterampilan, profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kerja sama tim dalam menghadapi berbagai situasi darurat,” ujar Gubernur Nawipa.

“Kita menyadari bahwa keselamatan merupakan hal utama dalam setiap aktivitas, khususnya pada sektor industri dan pertambangan yang memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang terlatih, disiplin, dan mampu bertindak cepat serta tepat dalam menghadapi keadaan darurat.”

Dengan diikuti 17 perusahaan dari berbagai wilayah Indonesia, Gubernur Meki Nawipa berharap terbangun semangat saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperkuat kerja sama guna meningkatkan standar keselamatan dan kemampuan penyelamatan.

Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley bersama Bupati Elvis Tabuni. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendukung kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun budaya keselamatan kerja, serta memperkuat kesiapsiagaan dalam melindungi keselamatan pekerja dan masyarakat. Saya juga berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini tidak hanya diterapkan di lingkungan perusahaan, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan.”

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar mengikuti kompetisi ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kekompakan, dan selalu mengutamakan keselamatan. Jadikan kompetisi ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan membangun persaudaraan.”

“Karena keberhasilan dalam penyelamatan bukan hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga dari ketepatan tindakan, kerja sama, dan keselamatan setiap personel. Sejalan dengan semangat kegiatan ini, ‘Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia” mari kita terus membangun kolaborasi dan meningkatkan kemampuan demi mewujudkan lingkungan kerja dan kehidupan masyarakat yang lebih aman.”

Suasana MSC saat pembukaan IFRC. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menegaskan IFRC penting meningkatkan kompetensi SDM dalam menghadapi situasi darurat yang menuntut kecepatan, ketepatan, kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.

“Dalam situasi darurat, setiap detik sangat berarti. Oleh karena itu, kemampuan teknis, ketahanan fisik dan mental, penguasaan prosedur keselamatan, serta koordinasi antarpersonel merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu tindakan penyelamatan,” tegasnya.

“Melalui kompetisi ini, para peserta diharapkan dapat menguji kemampuan, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta mempelajari berbagai metode dan standar penanganan keadaan darurat yang lebih efektif dan profesional.”

“Saya juga berharap kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dan kemenangan, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat semangat sportivitas, solidaritas, disiplin, dan kepedulian terhadap keselamatan jiwa manusia. Sebab, pada hakikatnya, tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan bukan semata-mata tentang kemampuan menghadapi tantangan, melainkan juga tentang pengabdian, keberanian, dan tanggung jawab dalam melindungi kehidupan manusia.”

Kemong menjelaskan Kabupaten Mimika memandang aspek keselamatan dan kesiapsiagaan sangat penting mengingat banyaknya kegiatan pertambangan, industri, serta pembangunan. Peningkatan kapasitas personel perlu terus dilakukan lewat pelatihan, kompetisi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama lintas sektor.

“Pemerintah Kabupaten Mimika mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan budaya keselamatan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi para peserta dan institusi masing-masing, tetapi juga bagi pengembangan sistem keselamatan dan penanggulangan keadaan darurat secara lebih luas.”

Kemong menyatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan ini. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan penyelenggaraan kegiatan yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penyelenggaraan IFRC 2026 juga menjadi kesempatan memperkenalkan Mimika sebagai daerah terbuka bagi kegiatan berskala nasional sekaligus menampilkan potensi daerah, kekayaan budaya, dan keramahtamahan masyarakat.

“Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kedatangan peserta, pelaksanaan kompetisi, hingga penutupan, dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan sukses. Kepada seluruh peserta, bertandinglah dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat kebersamaan. Jadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat profesionalisme,” harap Kemong.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas memberikan sambutan secara daring. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dalam sambutan secara daring, menyempatkan mengenang tujuh karyawan PTFI yang berpulang akibat insiden tambang tahun lalu. Ia menekankan keselamatan adalah nilai fundamental yang harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pertambangan.

“Melalui IFRC ini, mari kita memperkuat jejaring, mengasah kemampuan, dan membangun kesiapsiagaan bersama. Dari tanah Papua untuk keselamatan pertambangan Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa didampingi Wakil Gubernur, Deinas Gelei dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat memberikan keterangan pers kepada para wartawan. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi menyatakan kompetisi bukan sekadar adu kecepatan atau skor, melainkan wadah berbagi pengalaman, memperkuat jejaring profesional, serta membangun budaya keselamatan di industri pertambangan.

“Keselamatan bukan hanya prioritas, melainkan nilai dasar yang harus menjadi fondasi setiap keputusan dan tindakan,” katanya.

Peserta yang siap mengikuti perlombaan. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

IFRC ke-8 mempertemukan tim tanggap darurat terbaik dari sektor pertambangan dan energi se-Indonesia. Selain kompetisi, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat budaya keselamatan di tanah Papua. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here