Beranda Serba Serbi Asa Kesehatan di Pegunungan Papua Tengah Menanti Solusi

Asa Kesehatan di Pegunungan Papua Tengah Menanti Solusi

61
0
BERBAGI
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley foto bersama usai audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR., pada Jumat (23/10/2026). – Foto: ist.

JAYAPURA (30/10/26), NGK – Di balik keindahan alam Pegunungan Tengah Papua, tersimpan sebuah pergulatan sunyi yang menyayat hati. Akses terhadap layanan kesehatan yang layak masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar warga di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Data dari pemerintah daerah menggambarkan realitas yang memprihatinkan. Dari total 150 puskesmas yang tersebar, hanya 18 puskesmas—atau sekitar 12 persen saja yang telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan wajib secara lengkap. S

isanya, jeritan pasien di pedalaman harus berhadapan dengan kenyataan pahit. sebanyak 44,7 persen puskesmas belum memiliki dokter umum, dan 84,7 persen lainnya bahkan belum memiliki dokter gigi.

Kondisi pelik ini tidak hanya bertumpu pada minimnya tenaga medis. Letak geografis Papua Tengah yang penuh tantangan, minimnya sarana transportasi, serta terbatasnya fasilitas pendukung membuat rantai pelayanan kesehatan semakin sulit dijangkau. Belum lagi, beban ganda kesehatan masyarakat masih harus dihadapi, mulai dari penanganan kasus malaria, tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, hingga ancaman stunting yang mengintai generasi masa depan.

Menyadari urgensi tersebut, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bergerak cepat membawa suara masyarakatnya ke tingkat nasional. Didampingi asa yang membumbung tinggi, ia bertolak ke Jakarta untuk melakukan audiensi strategis dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR., pada Jumat (23/10/2026).

“Selain keterbatasan tenaga kesehatan, sebanyak 44,7 persen puskesmas di Papua Tengah belum memiliki dokter umum, sementara 84,7 persen lainnya belum memiliki dokter gigi. Persoalan tersebut semakin kompleks karena kondisi geografis Papua Tengah yang memiliki wilayah sulit dijangkau, keterbatasan akses transportasi, serta masih terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan,” ungkap Deinas Geley di hadapan jajaran Kementerian Kesehatan.

Wamenkes RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR saat ditemui Wagub Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si (Foto: ist)

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Papua Tengah secara resmi mengajukan sejumlah usulan prioritas pembangunan sektor kesehatan untuk tahun anggaran 2027. Usulan strategis ini mencakup pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Tengah, pendirian Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Tier 3, serta penguatan layanan kesehatan spesialistik di lima RSUD kabupaten.

Langkah jemput bola ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemerataan layanan medis. Pembangunan fasilitas rujukan dan penguatan kapasitas daerah diyakini mampu memangkas jurang pemisah antara wilayah perkotaan dan pedalaman yang terisolasi.

Sinergi erat antara Pemprov Papua Tengah dan Kementerian Kesehatan RI kini menjadi tumpuan harapan baru. Warga di lereng-lereng gunung dan lembah terpencil pun menanti dengan sabar, agar kehadiran negara di sektor kesehatan bukan lagi angan, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan hingga ke ujung tanah Papua. (krist)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here