
JAYAPURA (2/1/26), NGK — Wilayah komunitas adat Tehupa yang mendiami Kampung Skouw Sae, Skouw Mabo dan Skouw Yambe di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN) Jayapura 2026. Penunjukan ini diputuskan dalam konsolidasi antara pengurus PD AMAN Jayapura bersama Ondoafi Skouw Sae, David Lomo, pada Minggu (1/11/2026).
Sebagai bagian dari persiapan, Frida Ramela yang juga istri dari Ondoafi Skouw Sae ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksanaan Musda.
Meskipun waktu persiapan tergolong singkat dan panitia masih baru, Frida mengaku siap mengemban amanah tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat,mulai dari Suku Imbi yang mendiami Kampung Injro, Tbadij/Tobati, Kayo Pulau, Kayo Batu dan khususnya suku Tehupa di tiga kampung Skouw untuk memberikan dukungan penuh demi kelancaran acara.
“Kami ini masih baru, sehingga kami membutuhkan dukungan dan dorongan dari Bapak dan Ibu yang sudah pernah melaksanakan kegiatan seperti ini,” ujar Frida Ramela, Minggu (1/11/2026).
Ia menegaskan, pihak panitia telah menyatakan kesiapan penuh dalam menyediakan tempat penyelenggaraan. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat adat,
Sementara itu, pengurus PD AMAN Jayapura, Obeth Kromsian, menjelaskan bahwa penunjukan wilayah adat Tehupa dilakukan karena komunitas ini telah terdaftar di AMAN Pusat serta memiliki identitas dan kodifikasi organisasi yang jelas.
Menurut Obeth, pelaksanaan Musda ini mendesak dilakukan mengingat masa kepengurusan PD AMAN Jayapura Tana Tabi telah berakhir.
“Karena periode kepengurusan sudah berakhir, maka Musda harus segera dilaksanakan. Kami sepakat berkoordinasi dengan masyarakat adat di Tehoupa agar kegiatan ini dapat terlaksana,” ungkap Obeth.
Sebelum menetapkan lokasi, pengurus telah berkoordinasi dengan para pemangku adat, Ondoafi, serta tokoh masyarakat guna mendapatkan persetujuan resmi.
Musda PD AMAN Jayapura Tana Tabi ini nantinya akan melibatkan berbagai komunitas adat terdaftar, di antaranya Tehoupa, Bhuyaka, Tepi Pesisir, dan Namblong. Rangkaian kegiatan ini ditargetkan terlaksana paling lambat Desember 2026.
Penetapan jadwal tersebut disesuaikan dengan arahan Pengurus Besar (PB) AMAN agar seluruh rangkaian Musda daerah dapat rampung sebelum pelaksanaan Kongres AMAN di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Maret 2027 mendatang. Selain lokasi dan kepanitiaan, pertemuan koordinasi tersebut juga membahas estimasi kebutuhan anggaran pelaksanaan kegiatan. (nesta)







