Beranda PAPUA TENGAH Jangan Ganggu Pemerintahan yang Sedang Layani Masyarakat di Papua Tengah

Jangan Ganggu Pemerintahan yang Sedang Layani Masyarakat di Papua Tengah

54
0
BERBAGI
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai bersama Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa di Nabire (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

NABIRE (18/8/26), NGK – “Silakan saja orang koreksi pemerintah, tapi jangan ganggu pemerintahan yang sedang melayani masyarakat di Papua Tengah,” tegas Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai dalam pidatonya pada HUT RI ke 81 di Nabire, Senin (17/8/2026).

Pada kesempatan itu, Natalius Pigai, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pemerintahan di tingkat daerah.  “Bagi pihak-pihak yang ingin melakukan koreksi terhadap pemerintah daerah agar menyampaikannya dengan cara yang baik dan terhormat,” tegas Pigai dalam pidatonya.

Pigai menjelaskan, sebagai putra daerah, ia menyadari bahwa jika dirinya belum mampu memberikan kontribusi besar bagi tanah kelahirannya, minimal ia tidak akan menjadi penghambat bagi para pemimpin daerah yang sedang bekerja keras membangun Papua Tengah. Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah menunjukkan sinergi kuat antar-lembaga dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pigai juga menyampaikan salam kasih dan semangat dari Presiden Prabowo Subianto bagi seluruh masyarakat Papua. Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran menteri dalam upacara di luar Istana Negara adalah wujud nyata kebijakan pemerintah pusat agar api semangat kemerdekaan tidak hanya berpusat di Jakarta, tetapi dirasakan hingga ke seluruh pelosok nusantara.

Menteri HAM Republik Indonesia, Natalius Pigai Bersama Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa pada HUT RI ke 81 di Nabire, Senin (17/8/2026) – Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

Pigai berharap semangat kebersamaan yang tercipta di Papua Tengah dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain di tanah Papua. Ia mengajak seluruh elemen, baik TNI, Polri, eksekutif, maupun legislatif, untuk terus menjaga perdamaian, toleransi, dan integrasi antar-komunitas.

“Jangan berantem, saling mengisilah. Sumber daya kita besar, anggaran kita banyak, tinggal implementasinya yang butuh kerja sama,” ujarnya.

Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan resepsi kenegaraan yang dihadiri oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat, yang ditandai dengan prosesi pemotongan kue kemerdekaan sebagai simbol persatuan.(tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here