
NABIRE (15/9/26), NGK — Membangun daerah bukan cuma soal APBD dan proyek, tetapi juga soal hati, iman dan kebersamaan. Gereja punya peran besar di tengah umat Tuhan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, saat mengundang para pimpinan lembaga gereja se-Tanah Papua dan berdialog di Ballroom Kantor Gubernur, Senin (14/9/2026). Pertemuan dikemas secara santai dan kekeluargaan, berupa dialog sambil menikmati kopi guna membahas berbagai persoalan kompleks yang melanda wilayah tersebut.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, menyampaikan pesan Gubernur melalui siaran pers, bahwa dalam dialog itu, para pimpinan gereja menyampaikan persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertahanan-keamanan, konflik-pengungsian, hingga tapal batas adat yang selama ini menghambat pembangunan. Mereka berharap terdapat solusi terbaik untuk mengatasi kesulitan tersebut.
Gubernur menegaskan, gereja harus berkuasa dalam hal moral dan kebenaran, bukan pemerintah berkuasa di atas gereja. Pemerintah wajib mendengar teguran dan pengingat dari gereja agar kekuasaan tidak menyimpang dari keadilan, HAM, dan martabat manusia.
Tidak memberikan janji muluk, Gubernur justru mengajak pihak gereja bersinergi. Seluruh aspirasi gereja telah dicatat dan akan menjadi bahan pertimbangan keputusan. Gubernur juga meminta data pendukung dari pihak gereja agar kebijakan ke depan lebih tepat sasaran.
“Jika pemerintah dan gereja berjalan bersama, segala persoalan dapat teratasi,” ujar Emanuel You menyampaikan keyakinan Gubernur. (ka)







