
TIMIKA (12/12/25), NGK – Pengrajin adalah duta budaya kita. melalui karya-karyanya, mereka memperkenalkan Mimika ke dunia luar. Untuk itu, pengembangan sumber daya manusia Dekranasda yang profesional untuk pembinaan terhadap pengrajin, juga meningkatkan pengrajin yang berkualitas.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyatakan hal ini pada Workshop Pengurus dan Pelatihan Pengrajin yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah(Dekranasda) Kabupaten Mimika pada Jumat (12/12/ 2025 ) di Ruang Pertemuan Grand Tembaga Hotel Timika.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Mimika, Ny Periana Kemong, Forkopimda Kabupaten Mimika, Para Ketua Organisasi Wanita Kabupaten Mimika, Ketua Dekranasda Mimika beserta jajarannya, para narasumber, para tokoh perempuan, para pengrajin pelaku UMKM di Kabupaten Mimika.

“Tujuan utama dari kegiatan ini untuk pengembangan sumber daya manusia Dekranasda yang profesional untuk pembinaan terhadap pengrajin, juga meningkatkan pengrajin yang berkualitas,” kata Wakil Bupati Kemong.

Ada tiga agenda utama yang sangat relevan untuk kemajuan usaha kerajinan kita, kata Kemong yaitu Workshop Public Speaking yang meliputi etika berorganisasi. Lalu, keterampilan berbicara di depan umum dan etika berorganisasi adalah kunci bagi pengrajin untuk berjejaring, mempresentasikan produk, dan berkolaborasi dalam skala yang lebih besar. Selain itu, perlunya sosialisasi HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Hal ini sangat krusial karena karya kerajinan adalah buah dari kreativitas dan ide original. Dengan memahami dan mendaftarkan HAKI, kita melindungi karya-karya kita dari peniruan, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk di pasar.

Bukan itu saja, tapi pelatihan kerajinan bagi pengrajin UMKM adalah wadah untuk meningkatkan kualitas teknik, inovasi produk dan efisiensi produksi. “Mari kita serap ilmu yang diberikan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya indah, tetapi juga bernilai jual tinggi. Saya berharap, peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan antusias, aktif bertanya, dan jadikan ilmu yang didapat sebagai modal untuk mengembangkan usaha kerajinan para peserta,” pasan Emanuel Kemong.

Sebelum Wakil Bupati memberikan sambutan, terlebih dahulu, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Mimika, Ny. Nella Manggara menyatakan kegiatan workshop dan pelatihan pengrajin berawal dari pengurus Dekranasda melakukan studi tiru di tiga lokasi yaitu Jogja, Bali dan Bandung.

“Dari studi tiru itu, maka workshop bagi pengurus ini bertujuan untuk dapat lebih memahami bagaimana membina dan mendampingi para pengrajin agar lebih berkualitas dalam memproduksi kerajinan dan mutu kuliner lebih baik sehingga kami mengambil narasumber dari tiga lokasi yang dilakukan studi tiru. Selain itu, ada narasumber dari Provinsi Papua yang akan memberikan materi khusus tentang HAKI untuk para pengurus Dekranasda dan peserta pelatihan,” kata Nella Manggara.

Lebih lanjut, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Mimika menjelaskan, salah satu tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mendorong pengrajin agar terus memperkuat perannya dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Untuk itu, penyelenggaraan workshop ini dirangkaikan dengan pelatihan bagi para pengrajin.

“Pelatihan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kapasitas pelaku pengrajin sekaligus menyatukan langkah strategis dalam memajukan sektor ekonomi kreatif dan meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” ujar Nella Manggara.

Ketua Harian Dekranasda ini menjelaskan, tantangan pengembangan kerajinan di era modern, tidak hanya soal keterampilan tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap pasar dan teknologi. Oleh karena itu Dekranasda berkomitmen untuk terus mendorong pengrajin agar berinovasi dan memperluas jejaring pemasaran produk lokal agar dapat bersaing di tingkat asional dan Internasional dengan memanfaatkan platform teknologi seperti website dan media sosial lainnya.

“Pelatihan yang dilaksanakan bagi pengrajin dan pelaku kuliner selama lima hari yaitu dari tanggal 12 sampai 17 Desember 2025. Dan pelatihan ini terdiri dari pelatihan ecoprint, ukiran anyaman dan kuliner. Pelatihan ukiran dan anyaman untuk dimodifikasi dari yang sudah ada menjadi lebih meningkat atau dari yang masih kasar menjadi halus. Sedangkan ecoprint untuk pengrajin baru pertama kali dilaksanakan di Mimika dengan menggunakan bahan lokal yang ada di Mimika yaitu daun mangrove dan menggunakan buah mangrove sebagai bahan pewarna,” kata Nella Manggara menjelaskan.
Nella Manggara berharap para pengrajin untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan bekerja dengan hati untuk memajukan kerajinan dan kewirausahaan.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata Dekranasda dalam menggerakkan dan memperkuat sinergi antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah. Semoga kerajinan ini membawa kebaikan, inspirasi dan semangat baru bagi seluruh pengrajin di Kabupaten Mimika,” ujar Nella Manggara.
Pada acara penutupan kegiatan Dekranasda ini, akan ditampilkan berbagai hasil karya para pengrajin dan kuliner untuk dipromosikan, dipamerkan dan dijual. (tob/ka)







