Beranda MIMIKA Sekolah Sepanjang Hari di Kaokanao Mulai Berjalan Januari 2026

Sekolah Sepanjang Hari di Kaokanao Mulai Berjalan Januari 2026

148
0
BERBAGI
Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong meninjau dapur Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang dibangun darurat.

TIMIKA (30/12/25), NGK – Mulai Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika menerapkan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SD Negeri Kaokanao dan SD YPPK Kaokanao.

“Kehadiran SSH ini karena anak-anak usia sekolah sering tinggalkan sekolah dan ikut orang tua mencari nafkah ke pantai dan ke kepala air.  Anak-anak harus belajar di sekolah, tidak usah ikut orang tua cari nafkah,” tegas Bupati Mimika, Johannes Rettob yang didamping Wakil Bupati, Emanuel Kemong kepada para orang tua dan para kepala kampung,  ketika melakukan kunjungan kerja di Kaokanao, Distrik Mimika Barat pada Senin (29/12/2025).

Bupati dan Wakil Bupati serta Pj Sekda, perwakilan Forkopimda dan sejumlah Kepala OPD foto bersama usai meninjau lokasi SSH bertempat di SD Inpres Kaokanao.

Bupati Rettob mengingatkan kepada para orang tua dan kepala kampung untuk mendorong anak-anak untuk tetap sekolah.

Di sekolah, anak-anak akan belajar mulai pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT hingga pukul 13.00 WIT, lalu istirahat makan siang dan kembali bejalar dengan kegiatan ekstrakurikuler dan tambahan pembelajaran pada sore hari hingga pukul 17.00 WIT.

Suasana proses belajar mengajar SSH.

“Penerapan SSH ini berlaku untuk sekolah swasta maupun sekolah negeri, kata Bupati Rettob.

Untuk SSH di Kaokanao, menurut Ketua Tim SSH Universitas Papua di Papua Tengah, Dr. Agus Sumule dalam laporannya kepada Bupati Mimika, jumlah Guru Pendamping di SD Negeri Kaokanao sebanyak lima orang yang terdiri dari  empat perempuan dan satu laki-laki. Sedangkan jumlah guru pendamping di SD YPPK Kaokanao sebanyak enam orang, tiga laki-laki, tiga perempuan.

Agus Sumule menjelaskan,  selama proses belajar mengajar, anak-anak di kedua sekolah akan diberikan makan tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang dan snack sore.

Anak anak yang mengikuti SSH mendapat jaminan makan di sekolah.

“Yang  menyiapkan makanan adalah para guru pendamping bersama-sama dengan masyarakat setempat. Ada empat orang mama-mama yang masak dan dua  orang bapak yang bertugas sediakan air dan kayu bakar di setiap sekolah.  Menu makan diatur oleh para guru pendamping,” ungkap Agus Sumule, sang penggagas SSH dari Unipa Manokwari.

Lebih lanjut dijelaskan, para guru pendamping SSH saat ini berada di Unipa Manokwari untuk pembekalan. Mereka akan berada kembali di Kaokanao sebelum 5 Januari 2026,  dan SSH langsung dilaksanakan pada hari pertama semester baru Januari 2026.

Berdoa sebelum makan.

Manajemen SSH di Unipa belum bisa bergabung dengan Bupati dan Wakil Bupati dalam kunjungan kerja ke Kaokanao.  “Kami semua ada di Manokwari. Kami meminta Ibu guru Joubell, Ketua Kelompok Guru Pendamping SD Negeri Kaokanao untuk ke Kaokanao tetapi yang bersangkutan tertahan di Jayapura,” kata Agus Sumule.

Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong selalu menjelaskan kepada masyarakat bahwa SSH itu merupakan model inovasi pendidikan yang dikhususkan untuk anak-anak Papua. Sekolah dilaksanakan dari hari senin sampai Sabtu dimulai dari jam 06.00 – 17.00.

Rettob dan Kemong menjelaskan juga, penerapan model pendidikan ini dilatarbelakangi oleh persoalan keterbasan akses ke sekolah, stunting dan angka putus sekolah yang tinggi. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here