MIMIKA (12/4/26), NGK– Di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah yang kaya budaya, terbentang kisah harapan baru. Di tengah hamparan pesisir pantai Papua Tengah, sebuah inisiatif mandiri lahir dari keberanian dan komitmen Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, diresmikan pada Kamis (9/4/2026), bukan sekadar bangunan megah, melainkan simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan yang digerakkan oleh kekuatan APBD Mimika.

Acara peresmian KDMP di Kampung Atuka menjadi saksi bisu sejarah baru bagi Kabupaten Mimika. Kehadiran Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley serta Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati, Emanuel Kemong, memberikan makna mendalam bagi masyarakat setempat, kini menjadi sorotan nasional.
“Tidak pernah Menteri ingat tempat ini, tapi hari ini beliau hadir bersama lengkap dengan rombongan,” ujar Bupati Mimika, Johanes Rettob, disambut riuh tepuk tangan.
Ucapan ini bukan sekadar ungkapan terima kasih, melainkan penegasan atas perhatian yang selama ini dirindukan.
Kunjungan Menteri Koperasi ke kampung pesisir seperti Atuka ini adalah yang pertama sejak Indonesia merdeka, sebuah bukti nyata bahwa Mimika kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Inisiatif Mandiri, Kekuatan Lokal
Luas wilayah Mimika yang mencapai 21.000 kilometer persegi dengan 133 kampung dan 19 kelurahan, kini diperkuat dengan kehadiran 152 Koperasi Merah Putih yang berbadan hukum. Bupati Rettob dengan bangga memaparkan bahwa pembangunan KDMP ini adalah murni inisiatif dan pembangunan mandiri yang didanai oleh APBD, bukan APBN. Ini adalah manifestasi komitmen pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakatnya dari bawah.

“Mudah-mudahan ini jadi percontohan, pilot project untuk tempat lain,” harap Bupati Rettob. Tantangan geografis Mimika yang didominasi sungai dan laut, menjadikan transportasi udara sebagai urat nadi penghubung. Namun, semangat gotong royong dan inovasi inilah yang diharapkan dapat menjadikan KDMP sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan di seluruh Mimika.
Pilar Ekonomi Rakyat, Wadah Gotong Royong
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengamini pentingnya KDMP sebagai pilar ekonomi rakyat. Dia memuji kekompakan Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang patut dicontoh.

Di hadapan Menteri Koperasi dan rombongan, Wakil Gubernur Papua Tengah itu menyebutkan, sejak dilantik oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa sampai saat ini Bupati Mimika dan Wakil Bupati tetap kompak berjalan bersama. Hal ini adalah luar biasa, sebab itu Wakil Gubernur Papua Tengah memberikan apresiasiasi yang luar biasa. “Ini contoh yang baik, mari kita berikan aplaus,” kata Wakil Gubernur, Deinas Geley di hadapan Menteri Koperasi.
Terkait Koperasi Desa Merah Putih, Wakil Gubernur Papua Tengah menegaskan pembangunan ekonomi ke depan tidak bisa hanya bergantung pada investasi besar, melainkan harus berpijak pada kekuatan ekonomi rakyat itu sendiri.
Koperasi, menurut Geley, bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah gotong royong yang memberikan akses permodalan, produksi, hingga pemasaran. KDMP diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pemerataan kesejahteraan hingga ke tingkat kampung dan kelurahan. Kehadiran Menteri Koperasi menjadi ‘busur’ yang memperkuat pembangunan ekonomi kerakyatan di Papua Tengah, khususnya di Kampung Atuka.
Tiga Fungsi Utama, Transformasi Masyarakat
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembangunan KDMP yang menggunakan dana APBD. Ferry terkesima melihat bangunan koperasi yang megah di Kampung Atuka, sebuah bukti keberanian dan visi pemerintah daerah.
“Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjadi tempat untuk merubah masyarakat tidak lagi hanya sekadar penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi,” tegas Menteri Ferry. KDMP memiliki tiga fungsi utama: sebagai penyalur barang subsidi, wadah pemasaran produk lokal, dan instrumen penyaluran program pemerintah pusat.

Menteri Ferry berjanji akan mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan fisik, infrastruktur, serta mengusulkan pembangunan pusat distribusi barang dan SPBU nelayan yang dikelola koperasi.
“Saya akan sampaikan kepada Bapak Presiden tentang hasil kunjungan saya ke Atuka ini, dan saya akan sampaikan bahwa masyarakat Atuka, Mimika, Papua Tengah siap menjadi contoh pertumbuhan Koperasi Desa Merah Putih di Indonesia,” tutup Menteri Ferry, secara resmi membuka gerbang operasional KDMP.
Peresmian KDMP ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah janji kolosal antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui kekuatan ekonomi kerakyatan yang berakar dari semangat Merah Putih di tanah Atuka. (tob/ka)








