Beranda Freeport Harmoni Karyawan Freeport dalam Simfoni Kehidupan Tambang

Harmoni Karyawan Freeport dalam Simfoni Kehidupan Tambang

17
0
BERBAGI
Seluruh tim drama musikal One Freeport bersama Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dan Rosita Wenas, di Sport Hall, Tembagapura, 7 April 2026. (Foto: Corcom PTFI)

TIMIKA (18/4/26) – Gedung Olahraga Karyawan Freeport Indonesia di Tembagapura, yang biasanya riuh dengan suara atletik, mendadak bertransformasi menjadi panggung megah.

Lampu sorot menari, tata suara mengalun merdu, dan di atas panggung, ratusan karyawan PT Freeport Indonesia, dalam balutan kostum kerja mereka, bergerak lincah mengiringi lagu-lagu bernuansa Timur. Di bangku penonton, rekan-rekan mereka menyaksikan dengan penuh kekaguman, larut dalam gelombang emosi yang dihadirkan dalam drama musikal “One Freeport, One Family”.

Perayaan HUT ke-59 PTFI menampilkan persembahan drama musikal One Freeport di Sport Hall, Tembagapura, 7 April 2026 (Foto: Corcom PTFI)

Peringatan ulang tahun ke-59 PT Freeport Indonesia kali ini terasa begitu istimewa. Di tengah tantangan operasional yang kian tinggi dan duka yang mungkin masih membekas, semangat para karyawan justru membara. Mereka tak hanya merayakan hari jadi perusahaan, tetapi juga merayakan kekuatan persaudaraan yang terjalin erat di salah satu wilayah operasional tambang terbesar di dunia.

Dari Tambang ke Panggung: Kisah di Balik Layar

“Malam ini sangat istimewa sekali menyaksikan karyawan tambang Freeport tampil dalam sebuah drama musikal,” ujar Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati. Ia menambahkan bahwa drama musikal kolaboratif ini adalah bukti nyata semangat juang dan dedikasi karyawan serta keluarga mereka. Disutradarai oleh seniman ternama Agus Noor, pertunjukan ini nyaris seluruhnya diisi oleh talenta internal.

Proses kreatifnya pun tak kalah menakjubkan. Selama dua minggu, para karyawan dan anak-anak sekolah di Tembagapura mendedikasikan waktu luang mereka – sepulang kerja atau sekolah – untuk audisi dan latihan intensif. “Jadi betul-betul jadwalnya fleksibel mengikuti para pemain,” kata Katri, menyoroti bagaimana kreativitas bisa tumbuh bahkan di tengah kesibukan pekerjaan yang menuntut.

Drama musikal berdurasi dua jam ini bukan sekadar hiburan. Ia adalah cerminan kehidupan nyata para karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura. Mengisahkan tentang kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, pertunjukan ini juga tak luput mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari dinamika operasional di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) hingga insiden keamanan.

“Drama musikal ini lahir dari refleksi mendalam atas peristiwa yang terjadi di area tambang,” jelas Katri. “Pertunjukan ini menjadi cara untuk berbagi semangat dan energi positif, sekaligus ruang refleksi bahwa di balik tantangan, tumbuh solidaritas, dan rasa persaudaraan yang semakin kuat.”

Cinta di Kedalaman Tambang dan Jalinan Persahabatan Baru

Keterlibatan para karyawan memberikan warna tersendiri pada pertunjukan ini. Sandi Claudio, seorang karyawan dari Underground Mine Division, merasa bangga karena cerita yang dibawakan begitu dekat dengan kehidupannya. “Yang membuat spesial, drama ini menceritakan tentang kehidupan di tambang bawah tanah. Saya menemukan cinta di tempat ini, sama seperti cerita yang ditampilkan,” ungkapnya, menyiratkan betapa pertunjukan ini menyentuh relung hatinya.

Salah satu pemain Drama Musikal One Freeport Dora dari Mining Safety Division, di Sport Hall, Tembagapura. (Foto: Corcom PTFI).

Dora, karyawati Papua dari Mining Safety Division, berbagi pengalamannya. Tampil di panggung drama musikal ini membuka pintu pertemanan baru baginya. “Dari proses latihan, saya berkenalan dengan sesama pemain, mengetahui area kerja masing-masing, sehingga perlahan-lahan terbangun chemistry,” tuturnya. Tantangan terbesar, akunya, adalah menyeimbangkan antara pekerjaan dan latihan. “Kami harus pandai mencuri waktu untuk menghafal naskah drama dan mempersiapkan diri,” katanya.

Sutradara Agus Noor berhasil memadukan kisah keseharian keluarga besar PTFI dengan lagu-lagu orisinal dan populer. Ia memuji dedikasi luar biasa tim internal Freeport yang mengelola aspek teknis pertunjukan secara mandiri. “Tahun ini terasa berbeda dan luar biasa. Karena seluruh pemain dan tim di balik panggungnya merupakan karyawan serta keluarga besar Freeport,” ujar Agus, mengingat pengalaman sebelumnya di HUT ke-55 PTFI yang masih melibatkan pihak eksternal.

Meskipun harus berjuang melawan kondisi geografis Tembagapura yang berada di ketinggian hampir 2000 meter, dengan cuaca dingin, hujan, hingga panas terik, semua tantangan itu teratasi berkat antusiasme dan kebersamaan. “Seni telah memberi sentuhan humanis di tengah kesibukan kota tambang,” kata Agus Noor, menegaskan bahwa pertunjukan ini lebih dari sekadar seni, melainkan medium berbagi semangat dan energi positif.

Api Solidaritas yang Tak Pernah Padam

Saat lampu panggung perlahan meredup dan seluruh pemain berdiri untuk penghormatan terakhir, suasana haru menyelimuti penonton. Tepuk tangan meriah bergema, bukan hanya untuk kualitas akting, tetapi untuk keberanian mereka yang tak kenal lelah, untuk semangat persatuan yang terpancar nyata.

Rehearsal Drama Musikal One Freeport yang diperankan oleh karyawan PTFI dan keluarga dalam rangka HUT ke-59 PTFI, di
Sport Hall, Tembagapura. (Foto: Corcom PTFI)

“Perayaan HUT ke-59 ini menjadi pengingat bahwa di ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut, di tengah dinginnya udara Tembagapura, ada api solidaritas yang tak pernah padam,” tutup Katri Krisnati. “Keluarga besar PTFI telah membuktikan bahwa mereka benar-benar One Freeport, satu keluarga, satu visi, dan satu kekuatan yang tak tergoyahkan.”

Pertunjukan ini menjadi bukti bahwa di balik gemuruh mesin tambang dan kompleksitas operasional, terdapat denyut kehidupan yang kaya akan harmoni, solidaritas, dan semangat kekeluargaan yang luar biasa. (KA/Corcom PTFI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here