Beranda Freeport Dari Lapangan Mandala, Lahir Bintang Sepak Bola Masa Depan Papua

Dari Lapangan Mandala, Lahir Bintang Sepak Bola Masa Depan Papua

15
0
BERBAGI
PT Freeport Indonesia bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi emas sepak bola dari Tanah Papua..(Foto: Teraspapua)

JAYAPURA (18/4/26), NGK – Lapangan Mandala di Kota Jayapura, Jumat (17/4/2026), bukan hanya menjadi saksi bisu pertandingan sepak bola biasa. Di sana, mimpi-mimpi besar para pesepak bola cilik mulai bersemi.

Melalui Freeport Grassroots Tournament (FGT) yang memasuki tahun ketiganya di Papua, PT Freeport Indonesia bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi emas sepak bola dari Tanah Papua.

Turnamen yang dirancang khusus untuk usia dini ini menjadi bukti nyata bahwa bakat tak mengenal usia. Sebanyak 13 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Kota dan Kabupaten Jayapura, terdiri dari 10 tim kategori U-10 dan tiga tim U-12, unjuk gigi di lapangan hijau. Semangat kompetisi yang tinggi berpadu harmonis dengan sportivitas, menciptakan atmosfer yang tak hanya seru, tetapi juga mendidik.

Membangun Fondasi, Mengasah Talenta Sejak Dini

“Freeport Grassroots Tournament merupakan bentuk dukungan nyata PT Freeport Indonesia bersama PSSI dalam membangun fondasi sepak bola dari usia dini, khususnya di Papua yang memiliki banyak potensi,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Steven Hendabo. Baginya, FGT bukan sekadar ajang adu gengsi, melainkan sebuah wadah pembinaan dan pengembangan bakat yang krusial.

Di tengah lapangan, anak-anak berlarian mengejar si kulit bundar, tawa riang mereka berpadu dengan teriakan semangat dari para pelatih dan orang tua. Bagi mereka, ini adalah kesempatan emas untuk mengasah kemampuan, merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya, dan belajar dari setiap momen, baik kemenangan maupun kekalahan.

Dukungan tak hanya datang dari penyelenggara. Merek sepatu bola dari Specs yang diberikan kepada para peserta menjadi penyemangat tambahan. “Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu kelancaran kegiatan ini, sekaligus memotivasi anak-anak untuk semakin bersemangat dalam bermain sepak bola,” tambah Steven.

Kebanggaan Orang Tua, Motivasi Pelatih

Antusiasme para pemain muda ini menular hingga ke bangku penonton. Melki Mahakena, salah satu orang tua pemain dari SSB Batik Cigombong U-12, tak dapat menyembunyikan kebanggaannya. “Kami sangat berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia dan PSSI Papua yang telah menyelenggarakan turnamen ini. Anak-anak bisa menyalurkan bakat dan mendapatkan pengalaman bertanding,” ujarnya, sembari tersenyum melihat timnya meraih kemenangan meyakinkan 6-0.

Harapan Melki sederhana namun mendalam: agar turnamen seperti ini terus digelar rutin. “Harapan kami, sepak bola di Papua semakin maju dan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat, baik untuk Persipura maupun tim nasional Indonesia,” katanya.

Senada dengan Melki, pelatih SSB, Jon Asaribab, melihat FGT sebagai tolok ukur penting hasil pembinaan. “Lewat turnamen ini, kami bisa melihat perkembangan anak-anak yang kami latih. Ini juga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang,” tuturnya. Ia menekankan bahwa FGT memberikan kesempatan yang sama bagi semua pemain, termasuk yang duduk di bangku cadangan. “Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak-anak, karena semua diberi kesempatan bermain. Itu penting dalam proses pembinaan,” tegasnya.

Menuju Puncak Prestasi Sepak Bola Nasional

Melalui Freeport Grassroots Tournament, PT Freeport Indonesia dan PSSI tak hanya sekadar menyelenggarakan sebuah turnamen. Mereka sedang menanam benih-benih harapan, memupuk talenta-talenta muda Papua yang kelak diharapkan mampu bersinar di kancah nasional, bahkan internasional. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan sepak bola Indonesia, yang dimulai dari semangat persaudaraan dan kecintaan pada permainan di lapangan hijau Jayapura. (KA/Corcom PTFI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here