Beranda PAPUA TENGAH Bangkit dari Akar Budaya, Menuju Papua Tengah yang Cemerlang

Bangkit dari Akar Budaya, Menuju Papua Tengah yang Cemerlang

79
0
BERBAGI
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memberi sambutan dan membuka rangkaian peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah yang dipusatkan di Bandara Lama Nabire, 21 Juli 2026. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

Langkah revolusioner yang akan menjadi fondasi kokoh masa depan generasi Papua Tengah melalui program “Bangkit Papua Tengah.”

NABIRE (21/7/26), NGK– Di hamparan tanah bekas Bandara Lama Nabire yang kini berubah menjadi panggung kebanggaan.  Suara tabuhan tifa dan ukulele bergema membelah langit pagi, Selasa (21/7/2026).

Bersama getaran irama Yosim Pancar yang memanggil jiwa-jiwa pejuang tanah ini, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa secara resmi membuka rangkaian peringatan HUT keempat Provinsi Papua Tengah dengan semangat yang membara, penuh harapan, dan janji nyata untuk melangkah jauh melampaui batas yang pernah ada.

“Ini bukan sekadar tarian, bukan sekadar perebutan piala bernilai ratusan juta rupiah!” tegas Gubernur Meki Nawipa di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi, seraya menegaskan makna tersembunyi di balik semangat acara ini: “Jambu! Jangan Lupa Budaya!”

Tari Yosim Pancar.

Ya, Yosim Pancar yang digelar ini menyodorkan hadiah utama mencapai 130 juta rupiah, angka yang sungguh fantastis, namun esensinya jauh lebih mahal dari sekadar rupiah. “Kita jangan kalah dari provinsi lain yang datang berduyun-duyun,” tantang Nawipan. “Buktikan pada seluruh penjuru negeri, tarian ini adalah napas kita, identitas kita, akar yang tak akan pernah kita cabut demi apa pun.”

Di tengah riuh semangat menjaga warisan leluhur, Gubernur Nawipa juga meluncurkan langkah revolusioner yang akan menjadi fondasi kokoh masa depan generasi Papua Tengah, yaitu program andalan “Bangkit Papua Tengah”. Diprakarsai bersama Dinas Sosial, Bappeda, dan Skala, program ini menyasar 1.000 balita usia 0 hari hingga 4 tahun di empat kabupaten awal, dengan bantuan gizi sebesar 350.000 rupiah per bulan bagi setiap anak.

Diiringin Suara tabuhan tifa dan ukulele bergema membelah langit Nabire, kelompok tari Yosim Pancar memperlihatkan kebolehannya di Lapangan Bandara lama Nabire. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah).

“Ini bukan sekadar bantuan uang!” tegas beliau dengan suara bergetar penuh harap. “Kita bangun fondasi fisik, kekuatan otak, dan ketahanan tubuh mereka hari ini—agar kelak mereka bukan sekadar penerus, melainkan pemimpin yang tangguh, cerdas, dan sejahtera!” Tahun depan, cakupannya akan meluas hingga delapan kabupaten, menandakan bahwa Papua Tengah sungguh mulai bangkit dari titik nol.

Rangkaian kemegahan tak berhenti di sini. Esok hari, warga akan disuguhi KKR Rohani dan konser—sebuah pengingat menyentuh hati bahwa kemajuan tak boleh lepas dari pegangan Tuhan. “Jangan sampai kita hanya sibuk mengejar kemegahan dunia, namun tertinggal saat panggilan surgawi tiba,” ujarnya bijak.

Empat tahun perjalanan provinsi ini memang masih terbilang belia—seperti anak yang belum melangkahkan kaki ke gerbang TK. Namun lihatlah jejak yang sudah terukir: gedung-gedung megah menjulang dari tanah Nabire, bangunan berlantai tiga, lima, hingga tujuh. Semu aini menjadi bukti nyata komitmen membangun infrastruktur, kesejahteraan, dan harapan.

Dulu pernah ada “Palaka Senemer” dan “Pangkep Papua”, kini hadir “Bangkit Papua Tengah” sebagai tonggak baru. Semuanya hanya akan menjadi mimpi jika tak dibalut kebersamaan. “Satu tangan takkan bisa mengangkat beban berat,” pesan Gubernur Nawipa. “Bersatu kita melangkah, bergandengan tangan kita menaklukkan tantangan—maka terang pasti akan menyelimuti tanah ini.”

Dengan satu tabuhan terakhir yang bergema sepanjang cakrawala Nabire, pintu perayaan terbuka lebar. Mari bergoyang, mari berjuang, mari menjaga akar  karena Papua Tengah kini sedang bangkit, dan namanya akan terukir abadi di jagad. (ka/tob)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here