Beranda PAPUA TENGAH Pelatihan Pendamping TPOJ, Bangun Kemandirian Pangan Papua Tengah

Pelatihan Pendamping TPOJ, Bangun Kemandirian Pangan Papua Tengah

28
0
BERBAGI
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman Kayame (Foto: Teguh- Humas Pemprov Papua Tengah)

TIMIKA (10/9/26), NGK — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi tenaga pendamping Kelompok Tanam, Petik, Olah, Jual (TPOJ), pada Kamis (10/9/2026) di Timika.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam sambutanya yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman Kayame mengatakan, kegiatan ini bertujuan membekali para pendamping agar mampu melatih masyarakat mengembangkan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus menjamin gizi dan keamanan pangan.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Dinas terkait, narasumber, fasilitator, serta seluruh pihak yang mempersiapkan kegiatan ini. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa TPOJ bukan sekadar kegiatan produksi, melainkan satu rantai keberdayaan yang mengubah pangan lokal dari sekadar konsumsi rumah tangga menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Papua Tengah memiliki kekayaan sumber daya pangan yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk sehat dan bernilai jual.

“Pangan lokal jangan hanya dilihat sebagai makanan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, melainkan harus kita lihat sebagai kekuatan ekonomi masyarakat Papua Tengah,” tegasnya.

Gubernur menekankan pentingnya standar kualitas dan keamanan pangan, meliputi kebersihan, pengelolaan yang aman, nilai gizi yang baik, serta kualitas yang konsisten. Para peserta dibekali pemahaman mengenai pengendalian risiko kontaminasi sejak proses produksi hingga pengemasan dan penjualan, karena produk pangan tidak hanya soal jumlah penjualan, melainkan juga tanggung jawab terhadap kesehatan konsumen.

Pelatihan ini juga menghubungkan potensi TPOJ dengan program Makan Bergizi Gratis. Ditegaskan bahwa produk pangan lokal tidak otomatis dapat diterima tanpa memenuhi standar higienis, sanitasi, dan mekanisme pengadaan yang berlaku. Setiap kabupaten memiliki potensi dan karakteristik masing-masing sehingga didorong mengembangkan inovasi pangan lokal sesuai kekuatan wilayahnya.

Kegiatan ini menjangkau 8 kabupaten, dengan prioritas pada 6 kabupaten yaitu Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai, serta melibatkan Mimika dan Nabire. Setiap kabupaten mengirimkan sekitar 30 peserta yang nantinya kembali ke daerah masing-masing untuk melatih kelompok-kelompok di kampung dan desa. Diharapkan setiap desa memiliki kader yang mendampingi masyarakat sehingga TPOJ berfungsi sebagai gerakan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, serta sarana edukasi gizi yang pada akhirnya membangun generasi Papua Tengah yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

Di akhir sambutan, Gubernur secara resmi menyatakan dibukanya kegiatan ToT ini. Ia berharap peserta tidak berhenti pada penyelesaian pelatihan, melainkan mewujudkan pengetahuan yang diperoleh menjadi rencana tindak lanjut nyata di lapangan. “Pembangunan di Papua Tengah harus dimulai dari masyarakat kita sendiri, menggunakan kekuatan yang kita miliki sendiri, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Papua Tengah,” pungkasnya. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here