
TIMIKA (30/4/26), NGK – Suasana penuh semangat menyelimuti Hall Lobi Gedung A Kantor Pusat Pemerintah (Puspem) Kabupaten Mimika, Kamis, 30 April 2026. Ratusan mata memandang saat prosesi serah terima jabatan para Kepala Distrik digelar. Acara yang digelar oleh Sekretariat Daerah ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen penyerahan ‘tanda tangan’ kepercayaan untuk mengabdi di pelosok-pelosok negeri.

Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johanes Rettob menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa masyarakat di daerah tidak meminta hal yang rumit atau mewah.
“Masyarakat itu tidak minta apa-apa sama kita. Mereka minta hanya satu hal: Pemerintah hadir,” tegas Bupati Johanes Rettob.
Kata-kata itu menjadi cambuk semangat. Di era yang serba canggih ini, di mana teknologi komunikasi begitu mudah, justru seringkali terjadi fenomena yang ironis. Dulu, ketika jalanan masih sulit dan komunikasi terbatas, para pemimpin sering terlihat berada di tengah masyarakat. Namun kini, dengan fasilitas yang lengkap dan dana yang tersedia, justru sosok pemimpin sering kali ‘hilang’ dari pandangan warga.

Sementara itu, Wakil Bupati, Emanuel Kemong, juga menegaskan hal serupa. Ia menekankan bahwa seorang Kepala Distrik adalah ‘wajah’ Bupati dan wajah pemerintah di daerah tersebut.
“Ini wajah Bupati Wakil Bupati di distrik sana. Tidak boleh tinggalkan tugas. Terutama yang di pinggiran dan jauh-jauh,” pesan Wakil Bupati tegas.
Ia berpesan agar para kepala distrik yang baru dilantik benar-benar tinggal dan bekerja di wilayah tugasnya. Bukan hanya berdiam diri di kota. Kehadiran fisik sangat penting untuk meredam potensi konflik, menyelesaikan masalah tanah, hingga memastikan pembangunan benar-benar dinikmati rakyat.
Bupati Rettob menegaskan, jabatan ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga hati. Figur yang dibutuhkan adalah mereka yang memiliki kepekaan sosial tinggi dan integritas yang kuat. Mereka harus siap mendengar keluh kesah, siap menjadi jembatan aspirasi dari kampung-kampung hingga ke pusat pemerintahan.
“Kepala Distrik itu harus punya kepekaan sosial dan integritas tinggi untuk merespons setiap aspirasi masyarakat,” tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika kini tengah memetakan potensi setiap kampung, menghitung Indeks Pembangunan Manusia, dan angka kemiskinan hingga ke tingkat desa. Tujuannya satu, agar pembangunan tidak hanya terlihat megah di kota, tetapi juga benar-benar menyehatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung.

Satukan Langkah, Wujudkan Damai
Pesan terakhir yang terdengar sangat dalam adalah ajakan untuk bersatu. Bupati berharap, dengan hadirnya kepala distrik yang baru, keresahan masyarakat bisa hilang, dan suasana aman serta damai bisa tercipta.
“Mari kita satukan langkah dan sinergi, untuk kita bangun Mimika yang lebih baik, yang aman dan sejahtera,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon kekuatan dan petunjuk bagi para pemimpin baru ini agar dapat menjalankan amanah dengan hati yang bersih, membawa perubahan nyata bagi masyarakat di ujung-ujung wilayah Mimika. (tob/ka)







