NABIRE (20/7/26), NGK – Di bawah langit cerah Lapangan Bandara Lama Nabire, suara sorak sorai berpadu dengan alunan musik dan aroma kuliner khas Papua memenuhi udara sepanjang 19 hingga 22 Juli 2026. Ini pesta rakyat yang menjadi bukti semangat tumbuhnya Provinsi Papua Tengah yang baru genap berusia empat tahun.
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 ini diselenggarakan berlandaskan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah serta arahan Kementerian Dalam Negeri. Berbeda dengan perayaan formal yang kaku, panitia menyusun rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat – mulai dari hiburan, kesehatan, pelestarian budaya, hingga dorongan perekonomian akar rumput.
Ketua Panitia Pelaksana, Vivian A. Gobay, menjelaskan bahwa setiap kegiatan dirancang untuk menyatukan berbagai harapan masyarakat. Perayaan dibuka dengan kemeriahan nonton bareng Final Bola Gembira dengan tema “Melalui Bola Gembira Kita Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Papua Tengah”. Di tengah sorak penonton yang menyaksikan pertandingan, panggung juga menampilkan penampilan artis lokal hingga nasional, mengubah lapangan menjadi satu ruang kebersamaan tanpa sekat.
“Kegiatan ini bukan hanya soal bersorak untuk tim kesayangan, tapi juga menyadarkan kita bahwa semangat kerja sama di lapangan sepak bola sama dengan semangat membangun daerah kita bersama,” ujar Vivian.
Hari berikutnya, suasana berubah menjadi lebih hangat dengan jalan santai dan pemeriksaan kesehatan gratis bertema “Ko Harus Sehat, Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati”.
Warga dari berbagai usia berjalan beriringan, saling menyapa, sementara tenaga kesehatan melayani pemeriksaan tekanan darah, konsultasi, dan penyuluhan kesehatan secara cuma-cuma.
Tak kalah menarik, pertunjukan tarian Yosim Pancar dengan tema “Jambu, Jangan Lupakan Budaya” menghadirkan gerak dan irama warisan leluhur, mengingatkan generasi muda akan akar identitas mereka. Puncak perayaan pada 22 Juli ditutup dengan konser musik rohani yang menyatukan doa dan harapan seluruh elemen masyarakat.
Salah satu hal yang paling terasa kehadirannya adalah keberadaan sekitar 70 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang tersebar di sepanjang lokasi acara. Mulai dari papeda dengan berbagai kuah, kue-kue khas daerah, hingga kerajinan tangan anyaman dan ukiran khas Papua ditawarkan dengan harga terjangkau.
Langkah ini sejalan dengan prioritas Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley yang menjadikan pemberdayaan UMKM sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin acara ini menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil untuk dikenal lebih luas. Setiap rupiah yang dihasilkan dari stan ini akan langsung kembali ke kantong warga, bukan hanya sekadar menghabiskan anggaran acara,” tambah Vivian.
Kesuksesan perayaan ini juga berkat kerja sama erat antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan Kadin Papua Tengah, Dewan Kesenian Papua Tengah, TVRI, serta dukungan dari Kohaeus Sehati, Bank Papua, BRI, dan SportX.
Melalui empat hari penuh warna ini, Provinsi Papua Tengah tidak hanya merayakan usianya yang keempat, tetapi juga menanamkan harapan baru: bahwa kebersamaan, cinta budaya, hidup sehat, dan kemandirian ekonomi adalah fondasi yang tak terpisahkan untuk mewujudkan Papua Tengah yang maju, mandiri, dan sejahtera bagi seluruh anak bangsa. (ka)








