Beranda PAPUA TENGAH Gebrakan Kesehatan Mewujudkan Papua Tengah yang Lebih Kuat

Gebrakan Kesehatan Mewujudkan Papua Tengah yang Lebih Kuat

24
0
BERBAGI
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menggendong bayi bersama mama-mama. (Foto:Yayasan BaKTI).

BAGIAN KEEMPAT

jelang hari Jadi Provinsi Papua Tengah yang diperingati setiap tahun pada 25 Juli tapi pada tahun 2026 dimajukan dan diperingatinya pada  22 Juli. Untuk itu,  https://www.newguineakurir.com/ (NGK) menurunkan bebarapa tulisan yang menggambarkan gebrakan pemerintah Papua Tengah selama empat tahun – 2022 – 2026.

TAK ada kemajuan yang tumbuh di tubuh yang sakit.  menegaskan: selagi warga belum sehat, impian Papua Tengah yang bermartabat tak akan pernah tegak lurus. Kini, pelayanan kesehatan melesat menembus bukit, menyeberangi laut, dan menyentuh setiap sudut kampung.” ungkap Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dalam berbagai kegiatan kesehatan.

Bagi Gubernur Meki Fritz Nawipa, pendidikan saja tak cukup membangun manusia Papua Tengah yang bermartabat. “Orang yang sakit tak bisa belajar, tak bisa bekerja, dan tak bisa memajukan daerahnya. Maka kesehatan adalah fondasi kedua yang tak boleh diabaikan,” tegasnya. Seluruh kebijakan pembangunan kini menempatkan pelayanan kesehatan sebagai hak dasar yang harus dirasakan setiap warga—dari pesisir hingga lembah pegunungan.

Hapus Biaya, Perluas Jangkauan Pelayanan

Langkah paling mendasar adalah menjamin akses pengobatan tanpa hambatan biaya. Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan seluruh warga memiliki jaminan kesehatan yang memadai, termasuk memperluas cakupan dan menanggung sisa biaya pengobatan yang belum dijamin. Mulai dari pemeriksaan dasar, rawat inap, hingga penanganan penyakit berat, kini lebih mudah diakses tanpa membebani kantong keluarga.

Bagi wilayah yang belum memiliki fasilitas tetap, digalakkan pelayanan kesehatan keliling: kapal sehat di wilayah kepulauan, serta tim medis yang rutin terbang dan berjalan kaki ke distrik-distrik terisolir. “Tak ada warga yang harus berjalan berhari-hari hanya untuk mendapatkan obat demam,” ujar Nawipa.

Tenaga Medis Dihargai, Fasilitas Diperkuat

Sama seperti guru, tenaga kesehatan yang bersedia mengabdi di daerah 3T kini mendapatkan tunjangan khusus, insentif tambahan, serta subsidi tiket pesawat. Pemerintah juga gencar mengirimkan pelatihan, mendorong sertifikasi, dan merekrut putra daerah untuk menjadi tenaga medis—agar pelayanan lebih paham budaya dan dekat dengan masyarakat.

Sementara itu, fasilitas terus diperbaiki: puskesmas dan puskesmas pembantu di kabupaten dan distrik dilengkapi peralatan yang lebih lengkap, obat-obatan dijamin ketersediaannya setiap saat, dan pembangunan serta pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah dipercepat agar warga tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke provinsi lain untuk penanganan khusus.

Cegah Lebih Dini, Jaga Ibu dan Anak

Fokus utama juga diarahkan pada upaya pencegahan dan kelompok paling rentan. Dijalankan program penurunan angka kematian ibu melahirkan dan balita, imunisasi rutin yang sampai ke kampung, serta penyuluhan kesehatan dasar dan gizi seimbang. “Kesehatan yang baik dimulai dari ibu yang sehat dan anak yang tumbuh dengan gizi cukup,” tambahnya.

Landasan Kuat untuk Masa Depan

Semua gebrakan ini sejalan dengan prinsip Nawipa: pembangunan harus berjalan menyeluruh. “Kami membangun sekolah, tapi kami juga harus memastikan anak-anak bisa datang ke sana dengan tubuh yang sehat. Kami membuka peluang ekonomi, tapi harus memastikan tenaga pelakunya kuat dan bugar,” jelasnya.

Perjalanan masih panjang, namun arahnya sudah jelas: di Papua Tengah, sehat bukan lagi kemewahan bagi segelintir orang, melainkan hak yang dijunjung tinggi untuk semua. (Krist A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here