Beranda Serba Serbi Dua Piala dan Empat Miliar, Jayapura Bangkit dan Berprestasi

Dua Piala dan Empat Miliar, Jayapura Bangkit dan Berprestasi

53
0
BERBAGI
Bupati Jayapura, Junus Wonda ketika menerima penghargaan (Foto:Tribun Network)

JAYAPURA (23/6/26), NGK — Malam itu (22/6/2026), ruang utama Hotel Suni Abepura berbalut suasana khidmat namun penuh haru dan kebanggaan. Di tengah deretan pimpinan daerah se-Papua, sorotan lampu panggung jatuh kepada Kabupaten Jayapura.

Dalam ajang bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua Tahun 2026, kabupaten Jayapura membuktikan bahwa kerja keras dan sinergi yang terbangun nyata membuahkan hasil: dua trofi penghargaan sekaligus diraih dalam satu malam.

Pencapaian itu datang dalam dua kategori strategis. Pertama, Kabupaten Jayapura menduduki posisi Terbaik Kedua dalam bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Kedua, posisi yang sama juga berhasil diraih dalam kategori Creative Financing atau Pembiayaan Kreatif. Sebagai bentuk pengakuan nyata, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menerima tidak hanya piala penghargaan, tetapi juga dana insentif fiskal senilai total Rp 4 miliar yang siap dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Pada kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting, Kabupaten Mimika keluar sebagai juara utama dengan dana insentif Rp 3 miliar, disusul Jayapura dengan Rp 2 miliar, dan Kabupaten Biak Numfor di posisi ketiga dengan Rp 1 miliar. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti.

Sementara itu, dalam kategori pembiayaan kreatif, urutan peringkat serupa terjadi: Mimika teratas, Jayapura kedua, dan Kabupaten Raja Ampat melengkapi tiga besar, dengan penyerahan dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk.

Bagi Yunus Wonda, penghargaan ini bukan sekadar simbol semata. Ia melihatnya sebagai cerminan nyata dari kerja bersama seluruh elemen di wilayahnya. “Saya dan Wakil Bupati hanyalah alat yang bekerja. Yang menggerakkan ini semua adalah masyarakat, didukung penuh oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah serta peran aktif PKK, terutama dalam menekan angka stunting,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Wonda menambahkan bahwa hasil ini terasa semakin istimewa karena proses penilaian berlangsung secara mandiri dan rahasia. “Ini kejutan luar biasa, karena survei dan penilaian dilakukan secara independen tanpa sepengetahuan kami. Artinya, apa yang kami jalankan sehari-hari benar-benar tercatat dan terukur,” tegasnya. Ia berharap semangat perubahan ini dapat terus berlanjut, terlepas dari siapa pun nanti yang memimpin daerah ini.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memacu kinerja daerah. Pada putaran pertama tahun ini, pemerintah pusat menyalurkan total dana insentif fiskal sebesar Rp 64 miliar yang ditransfer langsung ke Rekening Kas Umum Daerah setiap pemenang. Dana tersebut, yang dulunya dikenal sebagai Dana Insentif Daerah, harus diperuntukkan sepenuhnya bagi program kemasyarakatan, bukan untuk kepentingan pribadi.

Secara keseluruhan, program ini direncanakan berjalan hingga tiga putaran dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 361 miliar. Tujuannya jelas: menciptakan persaingan yang sehat antar-pemerintah daerah demi percepatan pembangunan di seluruh wilayah Papua.

Untuk menjamin keadilan, Kemendagri telah menyesuaikan skema kompetisi. Mengingat karakteristik wilayah yang berbeda, kabupaten yang berstatus ibu kota provinsi baru seperti Nabire, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke dimasukkan dalam kelompok penilaian yang setara. Penilaian sendiri dilakukan secara ketat dan transparan: data makro ekonomi diverifikasi bersama BPS, sedangkan tata kelola keuangan mengacu pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Bahkan, seluruh rangkaian acara disiarkan secara langsung agar dapat diawasi oleh publik.

Malam itu, dua trofi yang dibawa pulang bukan hanya menjadi kebanggaan sesaat. Ini adalah bukti bahwa dengan kebersamaan, keterbukaan, dan perencanaan yang matang, Kabupaten Jayapura mampu melangkah maju dan menjadi contoh bagi daerah lain di Tanah Papua. (rilis humas/ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here