Beranda MIMIKA Dari Ring Tinju Hingga Kapolres Mimika 

Dari Ring Tinju Hingga Kapolres Mimika 

88
0
BERBAGI
AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr. Mil (Foto: Polres Mimika)

 Hadirnya Alredo Rumbiak sebagai Kapolres Mimika dengan segudang pengalaman sebagai mantan petinju, diharapkan Alredo dapat memotivasi cabang olahraga tinju di Kabupaten Mimika agar bisa melahirkan petinju petinju handal.

TIMIKA (26/6/26), NGK – Di balik seragam lengkap kebanggaan Korps Kepolisian Republik Indonesia, tersimpan kisah perjalanan yang tak biasa. Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr. Mil., yang kini berpangkat sebagai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) telah membuktikan bahwa disiplin dan keberanian yang ditempa sejak muda dapat mengantar seseorang memikul tanggung jawab terberat di tanah yang penuh tantangan, Tanah Papua.

Pria berusia 42 tahun yang lahir di Jakarta pada 28 Agustus 1983 ini merupakan anak dari pasangan Alex Rumbiak dan almarhumah Renny Florencia Siregar Sormin.

Bapaknya yang berasal dari Papua itu adalah salah satu tokoh tinju yang tergabung di Pertina Banten. Sedangkan mamanya berasal dari Sigotom Pangaribuan, Toba, Sumatera Utara.

Jejak Awal dan Peningkatan Karir

Lelaki berdarah campuran Papua-Batak itu, memulai langkahnya bukan hanya dari lingkungan militer, melainkan dari arena olahraga. Sebelum mengenal seragam polisi, ia adalah seorang petinju nasional yang mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali pada ajang Arafura Games 2001 di Australia.

Mental baja yang dibangun di atas ring itulah yang menjadi modal utama saat ia melangkah masuk ke lembaga pendidikan kepolisian.

Perjalanan akademisnya tercatat rapi. Lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 39 tahun 2007, kemudian melanjutkan pendidikan di PTIK Angkatan 61 pada 2014 dan menyelesaikan pendidikan di Sesko Angkatan 64 pada 2024. Pendidikan berjenjang ini menjadi fondasi kokoh bagi karirnya yang terus menanjak.

Menapaki Tangga Tanggung Jawab

Sejak mengabdi, Alredo telah ditempa di berbagai posisi strategis yang menguji kemampuan teknis dan kepemimpinannya. Ia pernah menjabat sebagai Danton 1 Batalyon A Resimen III Pelopor, Danki 2 Batalyon A Resimen III Pelopor, hingga memegang posisi Kasubden 2 dan kemudian Kasubden 1 di Detasemen C Satuan Gegana.

Pengalaman kepemimpinannya terus bertambah saat menjabat Wakil Komandan sekaligus Komandan Detasemen A Satuan Gegana, Kaseksi Operasional Pasukan Gegana, hingga Komandan Detasemen A Satuan Intelijen Korbrimob Polri.

Berbekal segudang pengalaman di satuan khusus dan operasional, ia pun naik pangkat dari Komisaris Polisi (Kompol) menjadi AKBP, dan dipercaya menduduki jabatan penting sebagai Kepala Kepolisian Resor Nduga terhitung sejak 12 April 2025.

Dari Nduga, direncanakan AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr. Mil bakal menjabat sebagai Kapolres Mimika.

Mengemban Amanah di Wilayah Penuh Tantangan

Penunjukan sebagai Kapolres Nduga bukanlah tugas ringan. Wilayah ini dikenal memiliki kondisi geografis yang sulit dijangkau serta dinamika situasi keamanan yang kompleks. Namun, dengan latar belakang fisik yang tangguh, naluri tempur yang terlatih, serta wawasan strategis yang luas, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak hadir membawa harapan baru.

Ia membawa semangat juang yang pernah ia tunjukkan di atas ring tinju, kini diterapkan untuk menjaga keamanan, ketertiban serta melindungi dan melayani masyarakat di tengah tantangan medan yang berat.

Pengamat dan Penulis

Perwira polisi ini aktif menulis dan mengamati perkembangan dunia tinju di tanah air. Di salah satu media online, Alredo pernah menulis begini,” Sebagai mantan petinju, saya suka melihat pertandingan tinju di tanah air, baik amatir maupun profesional. Pertandingan berlangsung seperti di Byon, Fight Club, HSS, dan masih banyak di tempat lainnya”.

“Saya teringat ketika masih bertinju, saya sangat mendambakan pertandingan demi menambah pengalaman dan jam terbang. Pada era itu event seperti sekarang masih sangat langka. Pertandingan tergantung pemerintah daerah yang mampu menyelenggarakannya. Sekarang support untuk menyelenggarakan pertandingan sangat banyak. Tinju menjadi salah satu olahraga yang sedang hype di kalangan remaja. Promosi sensasional terjadi di mana-mana. Orang-orang datang mendaftar untuk naik ring dan bayar,” tulis Alredo.

Menurutnya, sekarang banyak event tinju, baik kejuaraan resmi maupun event bersifat sparring sessions. Hanya saja belum menghasilkan calon petinju bagus. Kurang berkualitas, tetapi tetap semangat bahwa ke depan akan menjadi lebih baik.

Sangat disayangkan, ketika event tumbuh dan animo menjadi atlet semakin banyak, faktanya tinju amatir kita zero prestasi di ajang internasional. Barangkali ada yang salah.

“Dalam pandangan saya, arah pembinaan tinju sangat tidak jelas dan tidak terarah. Semua berjalan dengan cara masing-masing. Banyak pertandingan yang hilang. Piala Kapolri misalnya, sudah tujuh tahun tidak pernah lagi dipertandingkan,” ungkap Alredo dalam tulisannya di salah satu media online.

Tinju terkesan hanya dijadikan lumbung keuntungan bagi para aktivis penyelenggara pertandingan tinju. Mereka hanya fokus bisnis entertainment meskipun itu sah-sah saja.

Para pebisnis penyelenggara pertandingan tinju hanya memanfaatkan momen olahraga tinju yang sedang menjadi trend di kalangan anak muda untuk menjadi ajang viral di medsos.

Fenomena tersebut menjadi peluang bagi para pelatih dadakan untuk berloma-lomba mencari membership sebagai anak didiknya. Para pelajar, mahasiswa, artis dan orang kantoran, dilatih sebagai petinju.

Para pelatih dadakan itu tidak memiliki dasar pelatihan yang baik dan benar. Tidak pernah mengikuti kursus atau pelatihan, yang diselenggarakan oleh organisasi tinju. Para pelatih dadakan tidak memilikki dasar pelatihan dan pola melatih untuk mencetak petinju berkualitas.

Kalau kita melihat dari semua event pertandingan tinju, terkesan hanya menampilkan pertandingan adu jotos. Tidak memiliki masa depan yang cemerlang.

Organisasi tinju seharusnya mengambil sikap untuk arah pembinaan tinju. Semoga kelak para pelatih kita, baik pelatih amatir maupun pelatih pro, bisa melahirkan calon juara yang bagus, sekaligus melahirkan juara dunia baru meneruskan apa yang pernah Bung Elly Pical lakukan.

Hadirnya Alredo Rumbiak sebagai Kapolres Mimika dengan segudang pengalaman sebagai mantan petinju, diharapkan Alredo dapat memotivasi cabang olahraga tinju di Kabupaten Mimika agar bisa melahirkan petinju petinju handal

Dari seorang petinju yang berjuang demi poin kemenangan, kini ia berjuang demi kedamaian dan kesejahteraan warga di Tanah Papua. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here