80 Tahun Mengabdi, Menjadi Berkat dan Teladan
JAYAPURA (3/7/26), NGK — Usia 80 tahun bukan sekadar angka, melainkan anugerah panjang umur yang hanya diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada hamba-Nya yang terpilih.
Demikianlah perjalanan hidup yang telah dijalani oleh Almarhumah Valentina Gabriela Rettob, wanita kelahiran Kampung Keakwa, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika pada 2 November 1945, yang telah dipanggil pulang ke rumah Bapa di Surga pada Selasa, 30 Juni 2026 setelah menempuh perjalanan hidup yang panjang, bermakna, dan penuh pengabdian.

Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Wakil Bupati Emanuel Kemong menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya sosok yang juga merupakan kakak kandung dari Bupati Mimika, Johannes Rettob dan juga kakak kandung dari wartawan senior Papua, Bill Rettob.
Wakil Bupati Emanuel Kemong menegaskan bahwa mencapai usia 80 tahun adalah karunia yang luar biasa, terutama bagi masyarakat Indonesia.
“Jika kita bisa mencapai usia 60 tahun ke atas, apalagi sampai genap 80 tahun, itu jelas adalah berkat istimewa dari Tuhan. Hanya mereka yang hidup dalam iman dan kepercayaan kepada-Nya yang dapat merasakan panjangnya usia yang penuh berkah ini,” ujar Wakil Bupati Emanuel Kemong.

Kemong juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas seluruh pengabdian dan karya yang telah dihasilkan Almarhumah Valentina selama puluhan tahun mengabdi kepada negara dan masyarakat.
Perjalanan Hidup dan Pengabdian
Almarhumah Valentina Gabriela Rettob adalah anak kedua dari sembilan bersaudara, buah pernikahan dari pasangan Caspar Rettob dan Fransina Kebubun
Ketika kecilnya, Valentina Gabriela dibesarkan dengan kasih saying yang penuh disiplin dari kedua orang tuanya. Bahkan, kedua orang tuanya, selalu menanamkan nasihat, bahwa hanya melalui sekolah, masa depan bisa diubah.
Nasehat itu menjadi pandangan dan sikap hidupnya. Dan Valentina Gabriela Rettob memulai jejak pendidikannya di Kaokonao. Ia menempuh pendidikan dasar di VVS (Vervolgschool) di Kaokonao. Dalam sistem pendidikan zaman Belanda di Indonesia, VVS adalah sekolah sambungan atau sekolah lanjutan tingkat dasar. Dari VVS, ia melanjutkan PMS (Primaire Middelbare School) di Jayapura. PMS adalah sekolah umum tingkat pertama (setingkat SMP) pada masa Belanda. Dari PMS (Hoogere Burgerschool) di Jayapura. PMS adalah sekolah menengah umum pada zaman Hindia Belanda.
Setelah menamatkan PMS, Almarhumah melanjutkan pendidikannya ke Universitas Cenderawasih (Uncen) tahun 1965 – Jurusan Keguruan Bahasa Inggris, Universitas Cenderawasih. Dan tahun 1971, ia meraih gelar Sarjana Muda (BA).

Selain Pendidikan formal, tahun 1983, Almarhumah terbang ke Jakarta dan menekuni pendidikan informal, yaitu Menjahit Pakaian Wanita dan Anak, Jakarta.
Keinginannya untuk terus mengembangkan diri juga terlihat dari partisipasinya dalam berbagai pelatihan, termasuk pendidikan menjahit tingkat dasar di Jakarta dan penataran pembinaan di tingkat provinsi.
Pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil dimulai tepat pada tahun yang sama dengan kelulusannya. Pada tahun 1971, ia diangkat menjadi Guru Dewasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Irian Jaya. Langkah demi langkah, karirnya terus berkembang seiring dedikasi dan tanggung jawab yang dipegang teguh:
Pada tahun 1978 dipercaya menjabat sebagai Direktris Perpustakaan Umum. Kemudian menjabat Kepala Seksi Perpustakaan Sekolah Dasar, hingga puncak karirnya sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian di Dinas Kebudayaan Provinsi Papua dengan pangkat terakhir Pembina (IV/a) sebelum memasuki masa purnabakti.
Selain kesibukan sebagai abdi negara, ia juga adalah sosok istri yang setia kepada mendiang suaminya, Drs. Alex Maniagasi, serta ibu dua orang anak, yaitu: Alina Violeta Susana Maniagasi dan Ottow Resalino Maniagasi dan dua anak mantu, yaitu: Alina Violeta Susana Maniagasi dan Ottow Resalino Maniagasi, serta empat orang cucu yang dicintainya, yaitu: Febrianti Valentina Beatrix Imbiri, Michela Aprilia G. Imbiri, Jonathan Ernesto Rettob Maniagasi, dan Joevan Ernesto Rettob Maniagasi.
Penghormatan dan Doa
Upacara pelepasan jenazah dilaksanakan dengan hikmat, dimulai dari ibadah di rumah duka, dilanjutkan dengan Misa Requiem di Gereja Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja, hingga prosesi pemakaman terakhir.
Turut hadir memberikan penghormatan keluarga besar Rettob, Maniagasi, Tavlul, perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, instansi terkait, serta tokoh masyarakat dan kerabat dekat.
Wakil Bupati Emanuel Kemong mengakhiri sambutannya dengan doa yang tulus: “Semoga segala amal baik, pengabdian, dan keteladanan yang telah ditorehkan Almarhumah Valentina Gabriela Rettob menjadi amal ibadah yang terus mengalir pahalanya. Semoga jiwanya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan ditempatkan di tempat yang paling mulia. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan hati yang tak terhingga dalam menghadapi kehilangan ini.” (tob/ka)








