
Tekad untuk Mendorong Penerbangan Indonesia Lebih Unggul
TANGERANG (16/7/26), NGK – Di tengah gempuran tantangan biaya operasional, tuntutan efisiensi energi, dan target pengurangan emisi global, sektor penerbangan Indonesia berdiri tegak dengan satu tekad bulat.
Hari Rabu, 15 Juli 2026, menjadi tonggak bersejarah saat Ikatan Pilot Indonesia (IPI) bersama AirNav Indonesia selaku tuan rumah menyatukan kekuatan seluruh elemen industri melalui penyelenggaraan National Aviation Fuel Efficiency Forum (NAFEF) 2026. Ini bukan sekadar pertemuan diskusi, melainkan pernyataan tegas bahwa efisiensi bahan bakar, keselamatan, dan keberlanjutan adalah prioritas mutlak yang dijalankan bersama.
Gema komitmen bergema kuat dari ruang forum yang mempertemukan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, Pertamina Aviation, raksasa teknologi dunia Boeing dan Airbus, maskapai penerbangan, akademisi, serta pelaku industri. Hasilnya lahir Rekomendasi Kebijakan Bersama yang menegaskan tanpa ragu: efisiensi bahan bakar adalah tanggung jawab seluruh ekosistem penerbangan. Mulai dari regulator yang menghadirkan kebijakan tepat, penyedia layanan navigasi yang mengoptimalkan ruang udara, penyedia energi yang memimpin transisi hijau, perancang pesawat yang menghadirkan inovasi mutakhir, hingga pilot yang menerapkan praktik terbaik di setiap lintasan terbang.
Sebagai garda terdepan di ketinggian, IPI melangkah pasti dengan menyusun Dokumentasi Resmi Praktik Terbaik Efisiensi Bahan Bakar Pilot. Naskah ini merangkum keahlian teruji dan memetakan potensi penghematan nyata, kelak menjadi pedoman wajib pelatihan maskapai nasional sekaligus kontribusi berharga Indonesia bagi IATA, ICAO, dan IFALPA di panggung internasional.
AirNav Indonesia menegaskan langkah nyata: memperluas penerapan Continuous Descent Operation dan Continuous Climb Operation, memperbanyak jalur terbang langsung, menghapus waktu menahan pesawat di udara, serta mengoptimalkan pergerakan di darat. Semuanya dilakukan untuk memangkas konsumsi bahan bakar dan emisi karbon, tanpa pernah sedikit pun mengorbankan standar keselamatan tertinggi.
Pertamina Aviation membawa solusi kunci lewat pengembangan ekosistem Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF), mempercepat dekarbonisasi, memperkuat ketahanan energi bangsa, dan menuntun Indonesia menuju target emisi nol bersih. Dukungan penuh juga datang dari DKUPPU Kementerian Perhubungan lewat penyempurnaan regulasi, penerapan skema CORSIA, serta koordinasi erat demi kebijakan yang adaptif dan progresif.

Kehadiran Boeing dan Airbus semakin memperkokoh landasan lewat berbagi terobosan teknologi dan pengalaman sukses global, menjadikan forum ini titik temu keunggulan dunia dan kebutuhan lokal.
“Penerbangan yang efisien tidak dibangun oleh satu pihak saja. NAFEF 2026 membuktikan: ketika semua bergerak satu arah, Indonesia pasti mewujudkan sistem penerbangan yang efisien, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegas Ketua IPI, Capt. Muammar Reza Nugraha.
Bagi masyarakat, sinergi ini menjamin penerbangan yang makin andal, aman, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat konektivitas antar pulau, mengangkat nama bangsa, dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan penuh disampaikan oleh AirNav Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, PT Trigana Air, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Citilink Indonesia, PT Gapura Angkasa, Asosiasi Pilot Garuda, Asosiasi Pilot Citilink, serta INACA. (*/ka)







