Beranda PAPUA TENGAH Nawipa: “Kami Tidak Merayakan Usia, Melainkan Memperkuat Tekad”

Nawipa: “Kami Tidak Merayakan Usia, Melainkan Memperkuat Tekad”

34
0
BERBAGI
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, membuka rangkaian kegiatan di Minggu malam 19 Juli 2026 (Humas Pemprov Papua Tengah)

Papua Tengah Tumbuh, Bersatu, dan Siap Bergerak Maju Menuju Masa Depan yang Cerah, Mandiri, dan Sejahtera

NABIRE (20/7/26), NGK– Langit malam di atas Lapangan Bandara Lama Nabire tidak pernah seindah ini. Ribuan warga berdesak-desakan, wajah mereka bersinar diterangi layar raksasa dan cahaya harapan.

Di tengah riuh tepuk tangan, alunan musik lokal, serta aroma masakan khas tanah Papua yang menguar ke udara, Provinsi Papua Tengah resmi melangkah masuk ke usia keempatnya. Hari jadi ini, membuka lembaran baru perjuangan menuju kemajuan yang nyata bagi semua anak negeri.

Peringatan HUT ke-4 ini bukan sekadar seremoni yang berlangsung tiga hari, 19 hingga 22 Juli. Ini adalah pesta rakyat, pertemuan persaudaraan, dan bukti nyata bahwa kekuatan terbesar Papua Tengah terletak pada persatuan warganya. Saat Gubernur Meki Nawipa, SH, secara resmi membuka rangkaian kegiatan di Minggu malam itu, kata-katanya bergema membelah keramaian: “Kami tidak merayakan usia, melainkan memperkuat tekad.”

Perayaan ini menghadirkan keunikan yang tak terduga. Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol pada Senin (20/7/2027 itu, menjadi saksi kebersamaan ribuan warga. Namun yang lebih membanggakan, momen ini sepenuhnya diberi warna oleh putra-putri asli Papua. Musisi lokal tampil memukau panggung, sementara mantan pesepak bola tanah air berbagi pandangan sebagai komentator. Di sekeliling lapangan, puluhan stan UMKM berjejer rapi – bukti nyata ekonomi kerakyatan mulai tumbuh tegak. Produk kuliner, minuman segar, hingga kerajinan tangan yang sarat nilai budaya dipajang dengan bangga, menawarkan peluang bagi warga untuk tumbuh bersama.

“Semua ini hasil kerja sama kita,” ujar Gubernur dengan nada penuh kebanggaan. “Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Papua Tengah. Hiburan dan ekonomi harus berjalan beriringan, agar perayaan ini membawa manfaat yang abadi.”

Semangat melestarikan budaya pun tidak tertinggal. Jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga tarian Yosim Pancar yang memukau mata menjadi bukti bahwa kemajuan tidak harus melupakan akar. Bahkan, tahun ini telah ditetapkan sebagai ajang bersejarah: Festival Yosim Pancar se-Tanah Papua akan digelar dengan hadiah utama lebih dari Rp100 juta, dan tujuannya untuk mempersatukan seluruh daerah di tanah Papua dalam satu irama dan satu tujuan.

Kegembiraan semakin memuncak dengan berbagai hadiah doorprize – termasuk sepeda motor yang disiapkan khusus untuk masyarakat umum, bukan untuk pejabat maupun aparat. “Ini hak kalian, warga Papua Tengah yang paling berhak merasakan kebahagiaan ini,” tegas Gubernur.

Namun di balik kemeriahan, ada janji besar yang terus ditegaskan. Di usia keempat ini, Papua Tengah tidak boleh berpuas diri. Pembangunan harus merata di setiap sektor, dan pendidikan tetap menjadi kunci utama. Program sekolah gratis telah dibuka lebar, sehingga tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk berhenti belajar. “Pendidikan berkualitas, berkarakter, dan takut akan Tuhan adalah satu-satunya jalan untuk melahirkan pemimpin masa depan yang mampu membawa daerah ini melangkah lebih jauh,” tegasnya dengan suara mantap.

Gubernur juga menyampaikan penghormatan mendalam kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi provinsi ini. Apresiasi juga disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan TVRI atas dukungan yang telah diberikan.

Saat konser musik rohani menutup rangkaian perayaan pada Rabu sore nanti (22/7/2027, satu pesan tetap tertanam kuat di hati setiap warga. Papua Tengah telah tumbuh, bersatu, dan siap melangkah menuju masa depan yang cerah, mandiri, dan sejahtera. (Krist A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here