Beranda Kesehatan Program Prabowo Jadi Malapeta di Depapre, Rakyat Tuntut Hentikan MBG

Program Prabowo Jadi Malapeta di Depapre, Rakyat Tuntut Hentikan MBG

144
0
BERBAGI
Penanghanan korban MBG di Gedung Serba Gunua, Distrik Depapre (Foto: Vicky D)

RSUP Jayapura Turun Tangan, Tangani Korban MBG

JAYAPURA (5/8/26), NGK — Langit malam di Distrik Depapre tak lagi hanya diselimuti gelapnya samudra Pasifik, melainkan bergemuruh dengan teriakan kepedihan dan kemarahan yang meledak bagai letusan gunung yang terpendam lama. Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto sebagai anugerah bagi rakyat, kini berubah menjadi mimpi buruk yang merenggut keselamatan ratusan jiwa — bahkan bayi berusia di bawah dua tahun pun tak luput dari cengkeram malapetaka ini.

Ratusan warga, mulai dari anak sekolah, balita, hingga kader Posyandu, ambruk serentak usai menyantap sajian program itu pada Selasa (4/8/2026). Darah panas rakyat yang dulu menanti harapan, kini meluap menuntut satu hal: HENTIKAN MBG SEKARANG JUGA! Namun, seruan itu seakan hilang ditelan angin. kebijakan terus digulirkan, dan korban pun terus berjatuhan bagai daun kering diterjang badai.

Penanganan korban MBG

Malam Jadi Malapetaka, Terjang Laut Demi Nyawa Cucu

Jam menunjukkan pukul 19.00 WIT. Di tengah keheningan Kampung Kendate, tiba-tiba jeritan memecah kesunyian. Sarah Wally, balita mungil berusia 1 tahun 2 bulan, mendadak muntah-muntah hebat tak terkendali. Yokbeth Suwae (60), nenek sekaligus kader Posyandu yang selama ini mempercayai program ini, terpaku lemas.

“Dikasih minum susu tetap muntah. Tubuhnya lemas tak berdaya,” ucapnya dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca menatap cucunya yang terbaring lemah di RSUD Yowari.

Tak ada waktu untuk menangis. Demi menyelamatkan nyawa si kecil, keluarga nekat menerjang ombak malam yang bergolak menggunakan perahu motor dari kampung mereka menuju Puskesmas Depapre. Angin laut menerpa wajah, air laut membasahi tubuh, namun tak sebanding dengan ketakutan yang meremukkan hati mereka.

Namun saat tiba di sana, pemandangan mengerikan menyambut mata. Puluhan orang sudah berjejer dengan gejala yang sama. Ruang pelayanan yang sempit penuh sesak dengan tangisan dan rintihan. Rujukan ke RSUD Yowari pun harus dilakukan secara bergelombang, seolah nyawa rakyat hanya sekadar angka yang harus diantrekan.

Yokbeth menceritakan, seperti yang ditayang di Tribun-Papua.com (5/8/2026), bahwa paket yang disajikan berisi nasi, telur, tempe, sayur sawi campur jagung, dan buah semangka. “Semangkanya sudah busuk, baunya tak sedap, jadi cucu saya tak memakannya. Tapi nasi dan lauknya tetap dilahap,” tuturnya. Dan kini, ketakutan itu menjadi nyata.

“Sekarang kami trauma. Kami takut lagi menerima makanan ini. Lebih baik hentikan saja program ini,” tegasnya, suara yang lemah namun penuh amarah yang membara.

Kader Posyandu Tumbang, Orang Tua Mengguncang

Bukan hanya anak-anak yang menjadi sasaran. Para kader Posyandu yang dengan ikhlas mengurus penyaluran makanan itu pun turut tumbang. Bahkan Ketua Kader Posyandu setempat dilaporkan pingsan tak lama setelah menyantap hidangan tersebut. Bukti nyata bahwa tak ada satu pun yang aman dari kelalaian ini.

Meri Nirob, ibu dari murid PAUD Panumba berusia 4 tahun di Kampung Tablasupa, tak bisa melupakan mencekamnya hari itu. Anaknya menjadi pasien pertama yang dilarikan ke puskesmas.

Penanganan korban

“Biasanya tak ada masalah, tapi kali ini… muntahnya tak berhenti. Saya kira hanya anak saya saja, tapi begitu masuk, ada bayi lain, orang tua lain… sampai malam jumlahnya terus bertambah. Dokter harus memasang dua infus sekaligus pada anak saya,” cerita Meri dengan tangan gemetar.

Di tengah hiruk-pikuk IGD yang penuh kesibukan dan tangisan, perwakilan orang tua tak lagi bisa menahan diri. Di hadapan Bupati Jayapura Yunus Wonda, mereka meluapkan amarah yang sudah lama tertahan.

“Sekarang sudah ada bukti nyata! Darah dan air mata sudah tumpah! Kami minta MBG DIHENTIKAN TOTAL di sini!” seru salah satu ayah dengan suara meledak, memecah keheningan lorong rumah sakit.

RSUP Jayapura Turun Tangan

Menurut laporan Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura, bahwa rumah sakit Kementerian kesehatan ini menerima dan memberikan penanganan medis kepada delapan pasien asal Distrik Depapre yang datang pada Selasa (4/8) malam dengan keluhan kesehatan.

RSUP Jayapura turun tangan untuk menangani korban MBG di Kabupaten Jayapura. (Foto: Humas RSUP Jayapura)

Saat tiba di RSUP Jayapura, pasien datang dengan kondisi klinis yang bervariasi. Keluhan yang paling banyak disampaikan meliputi mual, muntah, dan pusing, sementara beberapa pasien juga mengalami diare. Seluruh pasien segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai dengan kondisi klinis masing-masing oleh tim tenaga kesehatan RSUP Jayapura.

Hingga Rabu (5/8) pagi, seluruh pasien menjalani perawatan di ruang rawat inap untuk mendapatkan pemantauan dan penanganan lebih lanjut. Dari delapan pasien tersebut, satu pasien telah mengajukan permintaan untuk pulang, sedangkan tujuh pasien lainnya masih menjalani perawatan dan observasi medis. Berdasarkan hasil pemantauan tim medis, kondisi pasien secara umum menunjukkan perkembangan yang baik dan berangsur membaik dibandingkan saat pertama kali datang ke rumah sakit.

Prioritas utama RSUP Jayapura adalah memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar pelayanan. Rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien serta memberikan terapi yang diperlukan guna mendukung proses pemulihan secara optimal.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, RSUP Jayapura berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan pasien berjalan optimal sekaligus mendukung proses investigasi dan penelusuran kejadian berdasarkan data serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

RSUP Jayapura berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kepentingan pasien. Rumah sakit juga akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan data yang telah terverifikasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (krist)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here