Beranda Kabar dari Kampung (KDK) Pesta Rakyat Kampung Yobeh Bakal Datangkan Ribuan Pengunjung

Pesta Rakyat Kampung Yobeh Bakal Datangkan Ribuan Pengunjung

44
0
BERBAGI
Menari bersama sunset di kampung Yobeh (Foto:ist)

SENTANI (12/8/26), NGK — Pesta Rakyat Masyarakat Adat Kampung Yobeh edisi kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 15 September 2026 di tepian Danau Sentani. Perhelatan akbar ini mencatatkan sejarah dengan hadirnya ribuan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, yang bakal berbondong-bondong memadati kawasan kampung adat, Yobeh.

Setelah sukses menggelar Pesta Masyarakat Adat jilit I pada 31 Juli – 1 Agustus 2026, para tokoh adat dan pemuda, satukan jurus menyelenggarakan esta Masyarakat Adat jilit II.

Pegiat budaya dan lingkungan hidup, Billy Tokoro, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat yang tumpah ruah sejak sore hari didorong oleh pesona senja (sunset) Danau Sentani yang eksotis. Perpaduan langit sore bergradasi keemasan dengan lanskap rumah panggung di atas air berhasil membius ribuan pasang mata.

“Kehadiran massa dalam jumlah besar ini menciptakan atmosfer kebersamaan yang meriah, membuktikan bahwa daya tarik budaya dan alam Kampung Yobeh memiliki magnet yang kuat,” ujar Billy Tokoro.

Masyarakat adat kampung Kayo Baru tampil dengan tarian adat pada Pesta Masyarakat Adat jilit I pada 31 Juli – 1 Agustus 2026. (Foto:ka)

Lonjakan ribuan pengunjung ini membawa berkah besar bagi perekonomian akar rumput melalui gerakan “Bawa Uang ke Kampung”. Jutaan rupiah mengalir deras masuk ke perkampungan, memutar roda ekonomi kerakyatan secara masif.

Sejumlah dampak langsung dirasakan para pelaku usaha di lokasi acara:

  • Kuliner Lokal Ludes:Lapak-lapak mama Papua yang menjual papeda, ikan kuah kuning, dan kue sagu buatan rumah diserbu pembeli hingga habis.
  • Kerajinan Terserap Pasar:Penjual noken, ukiran kayu tradisional, kalung manik-manik, serta cendera mata khas Sentani mencatatkan peningkatan pendapatan yang signifikan.
  • Pemberdayaan UMKM:Setiap transaksi memperkuat bukti bahwa pariwisata berbasis budaya mampu memberikan dampak finansial langsung yang menyejahterakan warga Kampung Yobeh.

Selain mendongkrak ekonomi, perhelatan ini juga menampilkan ragam pesona budaya seperti tarian adat tradisional dengan iringan tifa dan suling bambu, pameran kriya lokal, serta interaksi hangat bersama para tokoh adat Port Numbay. Pesta rakyat ini menjadi wujud nyata pelestarian warisan leluhur sekaligus ruang kebanggaan bersama di tengah era modern.

Di balik kemeriahan ribuan pengunjung yang memadati tepian Danau Sentani dan derap roda ekonomi yang berputar kencang, Pesta Rakyat Masyarakat Adat Kampung Yobeh Edisi ke-2 menyimpan sebuah cerita besar tentang harga diri, gotong royong, dan kemandirian mutlak.

Kekuatan Kolaborasi Tokoh dan Pemuda Adat

Tanpa menunggu uluran tangan atau proposal anggaran birokrasi, masyarakat Kampung Yobeh membuktikan bahwa tekad yang kuat mampu menggerakkan gunung. Gerakan akbar ini lahir murni dari inisiatif akar rumput.

Para tokoh adat dan pemuda adat menyatukan jurus, merapatkan barisan, dan menggabungkan potensi terbaik yang mereka miliki. Tua dan muda duduk bersama, merancang, mempersiapkan, hingga mengeksekusi setiap rangkaian acara festival budaya ini dengan keringat dan swadaya mereka sendiri.

Murni Mandiri: Tanpa Satu Rupiah Pun dari Pemerintah

Ada sebuah catatan penting yang mengukuhkan kebanggaan di balik sukses Pesta Rakyat Masyarakat Adat Kampung Yobeh Edisi ke-1 yang lalu pada perhelatan itu, seluruh penyelenggaraan dilakukan tanpa bantuan satu rupiah pun dari Pemerintah Kabupaten Jayapura.  Inilah bukti dari kemandirian rakyat adat di Kampung Yobeh.

Di tengah keterbatasan dana, semangat kebersamaan justru menjadi bahan bakar utama. Warga menyumbang tenaga, pikiran, hingga sumber daya seadanya yang dihimpun secara kolektif. Bagi masyarakat Kampung Yobeh, pesta rakyat ini bukan sekadar ajang perayaan, melainkan manifestasi kedaulatan budaya di tanah leluhur mereka sendiri—menunjukkan bahwa tradisi dan kreativitas anak muda adat tidak boleh mati hanya karena urusan anggaran.

Bukti Nyata Kedaulatan Kultural dan Ekonomi

Kemandirian total ini justru membuahkan hasil yang manis dan terhormat. Pesta rakyat sukses besar, mendatangkan ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara, serta memutar jutaan rupiah uang langsung ke tangan warga lokal melalui gerakan “Bawa Uang ke Kampung”.

Kisah Kampung Yobeh kini menjadi inspirasi terang tentang bagaimana sebuah komunitas adat mampu berdiri di atas kaki sendiri. Bahwa dengan persatuan yang kokoh antara kearifan para tetua adat dan energi kreatif para pemuda, segalanya menjadi mungkin—bahkan tanpa sokongan dana dari pemerintah sekali pun. (Krist A)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here