Beranda Lingkungan Wakil Bupati Mimika : Kajian Risiko Bencana, Melahirkan Kebijakan yang Tepat

Wakil Bupati Mimika : Kajian Risiko Bencana, Melahirkan Kebijakan yang Tepat

488
0
BERBAGI
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong ketika memberi sambutan pada pembukaan Kegiatan Sosialisasi Penilaian Indeks Ketahananan Daerah Tahun 2025 di Timika.

TIMIKA (9/9/25), NGK – Kajian Risiko Bencana (KRB) merupakan pondasi utama dalam perencanaan penanggulangan bencana. KRB yang kuat berbasis data akan melahirkan kebijakan dan tindakan yang tepat sasaran, efektif dan adaptif terhadap dinamika risiko yang terus berkembang, termasuk akibat perubahan iklim, urbanisasi dan faktor-faktor lain.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambuatanya pada pembukaan Kegiatan Sosialisasi Penilaian Indeks Ketahananan Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika di Hotel Horison Diana, Timika, Selasa (9/9/2025).

Pembukaan kegiatan sosialisasi ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Hadir dalam kegiatan ini,  Forkopimda Kabupaten Mimika, peserta Penilaian Indeks Ketahanan Daerah se Papua, beberapa asisten dan pimpinan OPD di lingkungan Pemda Mimika.

Menurut Kemong,  acara Sosialisasi Penilaian Indeks Ketahananan ini diselenggarakan di seluruh Tanah Papua, termasuk di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Dalam Sambutannya, Emanuel Kemong menyebutkan, berdasarkan Identifikasi Resiko Bencana di Indonesia Tahun 2024, Provinsi Papua Tengah menempati resiko sebesar 116,49 dengan kategori sedang dan Kabupaten Mimika dengan risiko 138, 80 dengan kategori sedang yang memiliki ancaman banjir, gelombang pasang, angin kencang, konflik sosial dan tanah longsor.

Peserta Kegiatan Sosialisasi Penilaian Indeks Ketahananan Daerah Tahun 2025

“Kabupaten Mimika sudah memiliki KRB dan juga saat ini sedang menyusun dan membahas rencana penanggulangan bencana. Tapi KRB itu  tidak hanya berfungsi sebagai pembaharuan dari peraturan BPBN nomor 2 dan 3 tahun 2012 tetapi KRB ini sebagai upaya penguatan sistem pengelolaan resiko bencana secara Nasional (Pusat), Daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) melalui kedekatan kolaborasi yang multi level,” kata Emanuel Kemong.

Foto bersama Forkopimda pada pembukaan Kegiatan Sosialisasi Penilaian Indeks Ketahananan Daerah Tahun 2025 .

Wakil Bupati Mimika berharap, apa yang kita laksanakan hari ini memiliki arti yang sangat strategis dan akan menjadi rujukan utama bagi seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah dalam menyusun kajian risiko bencana yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan pembangunan nasional serta dinamika yang masih aktif.

“Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan masukan dan hasilnya dapat dipakai untuk tindak lanjut kebijakan,”  kata Kemong. (tob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here