Beranda PAPUA TENGAH Nawipa: Persatuan dan Sportivitas Jadi Nafas Liga 4 Papua Tengah 2025-2026

Nawipa: Persatuan dan Sportivitas Jadi Nafas Liga 4 Papua Tengah 2025-2026

60
0
BERBAGI
Gubernur Provinsi Papua Tengah, Mecky Nawipa melakukan kick off.

TIMIKA (8/3/26), NGK  – Di tengah guyuran rintik hujan di Stadion Wania Imipi, Timika, pada Minggu (8/3/2026), terpancar  semangat kebersamaan yang membara dan penuh harapan itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa membuka secara resmi Liga 4 Papua Tengah musim 2025-2026.

Gubernur Papua Tengah, Mecky Nawipa ketika berpidato pada pembukaan Liga 4 di Stadion Wania Imipi, Minggu (8/3/2026.

Dalam pidatonya yang penuh inspirasi, Nawipa menyampaikan pesan kuat tentang persatuan, kerja sama dan semangat sportivitas yang harus menjadi nafas utama dalam kompetisi ini.

Bupati Mimika, Johanes Rettob turut melakukan kick off pada pembukaan Liga 4.

“Ini adalah momen bersejarah bagi Papua Tengah. Kita adakan di Mimika, provinsi yang penuh potensi dan keberagaman. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi besar, termasuk Bupati Mimika, Bupati Deyai, Bupati Intan Jaya, Bupati Puncak, Puncak Jaya, Paniai dan Nabire. Tanpa kalian, semua ini tidak akan bisa berjalan dengan baik,” ungkap Nawipa penuh haru dan bangga.

Para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Papua Tengah turut hadir pada pembukaan Liga 4.

Nawipa menegaskan, liga bukan sekadar kompetisi sepak bola, tapi liga ini adalah simbol persatuan dan kebanggaan bersama. “Kita berkomitmen, juara pertama akan mendapatkan hadiah uang Rp 100 juta, selain piala. Juara dua, Rp 70 juta dan seterusnya. Ini bukan hanya tentang menang di lapangan, tetapi tentang kerja sama, kekompakan, dan semangat gotong royong,” tegasnya.

Kapten Kesenbelasan Papua Tengah, Meki Nawiipa yang juga Gubernur Papua Tengah, ketika membuktikan kemahirannya di Stadion Wania Imipi, Timika, pada Minggu (8/3/2026),.

Gubernur juga menegaskan keberhasilan bukan hanya soal kemampuan individu, melainkan kekuatan tim dan kebersamaan. “Tidak ada yang hebat sendirian di lapangan hijau ini. Yang hebat adalah kerja sama, kerja tim, dan saling mendukung. Mari kita bangun Papua Tengah sebagai rumah bersama, tanpa membedakan suku, daerah, atau latar belakang. Mulai dari Beoga, Wapoga, sampai Kaokonao, semuanya adalah bagian dari Papua Tengah yang kita cintai,” tambah Nawipa penuh semangat.

Penari menggunakan busana tradisional ikut memeriahkan pembukaan Liga 4.

Ia juga menekankan semangat persaudaraan adalah pondasi utama dalam membangun Papua Tengah yang damai dan maju. “Di tanah Papua Tengah, kita adalah satu keluarga besar.

Perbedaan suku, adat, dan latar belakang harus menjadi kekuatan, bukan penghalang. Mari kita jaga dan pelihara semangat persaudaraan ini, karena hanya dengan bersatu, kita mampu mewujudkan Papua Tengah yang sejahtera dan penuh kedamaian,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kompetisi ini, Papua Tengah akan menjadi contoh olahraga yang sehat, damai, dan penuh semangat persaudaraan. “Biarlah pertandingan ini menjadi tanah, satu bola, satu Papua Tengah. Mari kita wujudkan Papua Tengah yang terang dan maju, dengan sportivitas dan fair play sebagai pedoman,” ujarnya.

Kapten Kesebelasan Papua Tengah, Meki Nawipa yang juga Gubernur Papua Tengah, siap menunjukan kebolehannya di lapangan hijau.

Gubernur yang enerjik itu, mengungkapkan, “Gunung Salju Abadi yang mengalir yang mengantar air dan emas di atas tanah ini sampai ke laut. Biarlah air bening ini sampai di ombak pecah itu menjadi satu kesatuan untuk mewujudkan olahraga yang baik, olahraga yang sehat, olahraga yang bermanfaat untuk kita semua.

Di akhir pidatonya, Nawipa mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyaksikan pertandingan ini, baik secara langsung maupun melalui siaran langsung di berbagai media.

“Kita bukanlah daerah yang tertinggal, tetapi daerah yang mampu menunjukkan bahwa kita mampu bersaing dan maju. Semoga dari Papua Tengah ini akan lahir tim-tim kebanggaan yang mampu melangkah ke liga yang lebih tinggi,” tutup Nawipa penuh harapan.

Rintik hujan yang turun tidak menyurutkan semangat para peserta dan penonton yang tetap hadir menyaksikan acara ini.

Nawipa menegaskan, “Apa pun yang terjadi, semangat harus tetap menyala. Karena kita percaya, di balik hujan ada pelangi yang menunggu di akhir perjalanan ini.”

Liga 4 Papua Tengah musim 2025-2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi simbol persatuan dan harapan masa depan Papua Tengah yang lebih gemilang

Untuk mengawali Liga 4 ini, dilakukan pertandingan exebisi antara Polda Papua Tengah melawan Pemerintah Pronvinsi Papua Tengah. Kemudian Freeport All Star melawan Polda Papua Tengah, dan berikutnya Pemerintah Papua Tengah melawan Freeport All Star

Pada Pertandingan exebisi antara Polda Papua Tengah melawan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, satu gol dicetak Bupati Puncak, Yuni Wonda. Sedangkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melawan Freeport All Star, dua gol dicetak Gubernur Mecky Nawipa (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here