Beranda MIMIKA RSMM Timika, Menapak Jejak Baru Menuju Standar Nasional

RSMM Timika, Menapak Jejak Baru Menuju Standar Nasional

65
0
BERBAGI
Foto udara fasiltas RSMM Timika (Foto: YPMAK)

TIMIKA (24/4/26), NGK – Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, yang telah menjadi saksi perjalanan kesehatan masyarakat Kabupaten Mimika selama lebih dari seperempat abad.

Kini rumah sakit ini memasuki babak baru. Dengan semangat transformasi, rumah sakit yang lahir dari kepedulian mendalam terhadap masyarakat asli Papua ini tengah mempersiapkan diri untuk bersaing dan setara dengan fasilitas kesehatan berstandar nasional pada 2027 mendatang.

IGD RSMM (Foto: YPMAK)

Berawal dari komitmen untuk melayani, RSMM yang berdiri sejak 1998 dan resmi beroperasi tahun 1999, bukan sekadar bangunan dengan peralatan medis. Ia adalah wujud nyata harapan bagi Suku Amungme, Kamoro, dan seluruh masyarakat Papua yang selama ini mengandalkannya. Catatan sejarah mencatat, lebih dari 2,7 juta pasien telah ditangani selama 25 tahun keberadaannya—angka yang membuktikan betapa vitalnya peran RSMM dalam denyut kehidupan di tanah Papua.

Untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia, mengambil langkah besar dengan menyusun Rencana Induk Pengembangan (Master Plan).

Apotek rawat jalan RSMM Timika (Foto: YPMAK)

Proses ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Melalui seleksi ketat yang melibatkan 58 peserta lelang sejak tahun 2025, akhirnya PT Ligar Mandiri Indonesia ditunjuk sebagai mitra konsultan. Proses pemilihan yang berjalan selama enam bulan ini memastikan bahwa arah pembangunan RSMM nantinya benar-benar matang dan terukur.

“Kami berharap kerja sama ini berjalan sesuai jadwal, karena penyusunan rencana induk merupakan mandat strategis yang akan menentukan arah pengembangan rumah sakit,” ujar Feri Magai Uamang, Wakil Ketua Pengurus Bidang Program YPMAK.

Pelayanan medis kepada OAP di Poliklinik RSMM Timika (Foto: YPMAK)

Ketua Pembina YPMAK, Engel Enock, yang juga menjabat sebagai VP Community Relations PT Freeport Indonesia, menambahkan bahwa perencanaan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Hasilnya nanti akan menjadi pijakan utama untuk pengelolaan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Tim konsultan akan memetakan ulang manajemen, keuangan, hingga sistem pelayanan medis agar lebih efektif dan prima.

Serah terima bantuan peralatan medis oleh Pemerintah Kabupaten melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra kepada RSMM Timika (Foto: YPMAK)

Salah satu kekuatan terbesar transformasi ini adalah dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak, yang didasari oleh satu tujuan mulia: kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen kuatnya dengan menghibahkan peralatan kesehatan senilai Rp15 miliar pada akhir 2025 lalu. Mulai dari USG 4D, oksigen konsentrator, hingga alat penunjang medis lainnya, diserahkan dengan alasan yang sangat manusiawi.

Kunjungan organ YPMAK di RSMM 2025 lalu (Foto: YPMAK)

“Di RSMM ada 99,9 persen pasiennya adalah Orang Asli Papua. Kami tidak melihat siapa pemilik layanan, tetapi kami pemerintah daerah melihat pada siapa yang menerima manfaatnya. Di situlah pemerintah harus berpihak,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui hibah alat CT Scan.

IGD RSMM Timika (Foto: YPMAK)

Apresiasi pun mengalir dari PT Freeport Indonesia. Senior Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum, menyebut capaian RSMM sebagai sesuatu yang luar biasa. “Rumah sakit ini memiliki peran strategis dalam menjamin akses kesehatan masyarakat di Mimika,” ungkapnya.

Tak kalah penting, suara hati masyarakat adat pun terdengar jelas. Ketua LEMASA, Stingal Johny Beanal, menyampaikan rasa syukurnya. “Pelayanan kesehatan di RSMM sangat bermanfaat karena kami mendapat prioritas utama. Semoga RSMM menjadi lebih baik di usianya yang makin matang,” katanya penuh harap.

Harapan di Ujung Waktu

Dengan penyusunan Master Plan yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2026, seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa pembenahan ini adalah bagian dari transformasi besar untuk mendorong kesejahteraan.

Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan visi ini bukan hanya soal membangun gedung atau menambah alat, melainkan bagaimana layanan kesehatan yang berkualitas bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mimika.

Poliklinik RSMM Timika (Foto: YPMAK)

RSMM Timika kini tidak hanya bertransformasi menjadi rumah sakit modern, tetapi juga mempertegas jati dirinya sebagai rumah sakit yang lahir dari masyarakat, untuk masyarakat, dan akan terus tumbuh bersama tanah Papua menuju standar nasional yang membanggakan. (Jeri/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here