
“Kita hadir sebagai pelayan-pelayan manusia, menyelamatkan manusia dengan kewenangan yang kita miliki, kemampuan yang kita miliki dan dana yang kita Kelola. Inilah nilai mulia dari pekerjaan ini.”

TIMIKA (23/4/26), NGK – Di tengah keindahan alam Papua yang memukau, Pemerintah Kabupaten Mimika tak berdiam diri menghadapi tantangan serius penurunan angka stunting. Faktanya pada Kamis (23/4/2026) di Ballroom Kantor Bappeda Mimika, sebuah Rapat Koordinasi Lintas Sektoral OPD Pengampuh Stunting digelar. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen bersama, digerakkan oleh kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi penerus di Kabupaten Mimika.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai sosok yang menyuarakan hati. Dengan nada tegas namun penuh empati, Emanuel Kemong menggarisbawahi amanat nasional, “Percepatan penurunan stunting adalah agenda prioritas nasional,” mengutip Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Target ambisius pemerintah pusat untuk menekan angka stunting harus diwujudkan melalui sinergi lintas sektor yang kuat.
Namun, Wakil Bupati tak menutupi realitas pahit di lapangan. Kemong memaparkan kompleksitas tantangan di Mimika: luasnya wilayah, sulitnya akses transportasi, serta pemerataan layanan kesehatan, gizi, sanitasi, dan perlindungan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. “Bagaimana kita bisa menjangkau semua, terutama keluarga yang paling berisiko?” tanyanya retoris, sebuah pertanyaan yang menggema di hati setiap hadirin, menyadarkan betapa pentingnya setiap langkah kecil yang diambil.

Lebih dari sekadar hambatan geografis, penguatan sistem data yang akurat, koordinasi lintas sektor yang solid, serta integrasi perencanaan dan penganggaran menjadi kunci agar setiap intervensi tak hanya sekadar formalitas, melainkan benar-benar menyentuh akar masalah dan membawa perubahan nyata.

Ruang Kolaborasi untuk Solusi Nyata
Rapat koordinasi ini, menurut Emanuel Kemong, adalah ‘ruang bersama’ untuk menemukan solusi. Ini adalah momentum untuk mengidentifikasi capaian, menggali akar masalah kesenjangan layanan, memperkuat sinergi antarperangkat daerah dan mitra pembangunan, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang terintegrasi.

Dalam kesempatan itu, apresiasi mendalam disampaikan kepada Wahana Visi Indonesia melalui program Pasti-Papua. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak berjuang sendirian. “Kemitraan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas daerah,” ujarnya, menyoroti dampak langsung program pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Hati untuk Masa Depan Mimika
Keberhasilan menurunkan angka stunting, kata Emanuel Kemong, adalah tanggung jawab kolektif. “Tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja,” tegasnya. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga tokoh agama dan masyarakat, untuk bergandengan tangan.

Harapan besar disematkan pada rapat koordinasi ini: lahirnya kesepakatan prioritas program, penguatan mekanisme koordinasi, dan rumusan langkah konkret yang segera diimplementasikan. “Mari kita terus memperkuat komitmen dalam mengintegrasikan program dan kegiatan terkait stunting ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” ajaknya, demi keberlanjutan dan dampak yang dirasakan hingga ke pelosok Mimika.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dalam arahannya juga, menegaskan dasar hukum penanganan stunting, mulai dari Perpres hingga Peraturan Bupati, serta menetapkan 68 wilayah prioritas di Mimika. Dia mengakui tantangan geografis dan kelemahan internal seperti sistem data dan koordinasi, namun optimis bahwa melalui forum ini, kelemahan tersebut dapat diatasi bersama.
Kemong juga menekankan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ajang untuk merumuskan aksi nyata. “Kita punya uang banyak, besar tapi yang pencapaian juga harus berimbang” ujarnya, menyiratkan perlunya efektivitas dalam setiap program. Emanuel juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat dan menghindari tumpang tindih program antar OPD maupun mitra.

“Kita hadir sebagai pelayan-pelayan manusia, menyelamatkan manusia dengan kewenangan yang kita miliki, kemampuan yang kita miliki dan dana yang kita kelola,” ungkapnya, menegaskan nilai mulia dari pekerjaan ini. Wakil Bupati menutup arahannya dengan resmi membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektoral OPD Penanggulangan Stunting Kabupaten Mimika, seraya mengajak semua untuk bersatu demi generasi Mimika yang sehat, cerdas, dan sejahtera
Mengakhiri arahannya, doa tulus terucap, “Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan hikmat dan kekuatan bagi kita semua.” Tak lupa dia menyampaikan pula seruan yang menyentuh, “Mari kita terus bergandengan tangan, memperkuat kolaborasi, dan bekerja dengan hati demi masa depan generasi Mimika yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.” Sebuah pesan yang menggema, mengajak semua untuk bergerak, bukan hanya dengan program, tetapi dengan hati yang tulus.
Sementara Ketua Panitia, Septinus Timang, yang juga Ketua Bappeda Mimika dalam laporannya, menekankan pentingnya integrasi program, fokus pada sasaran kerja nyata dengan pendekatan by name by address, serta terjemahan hasil pertemuan ke dalam dokumen perencanaan daerah. Mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Mimika ini juga mengapresiasi peran mitra pembangunan dan NGO, serta harapan agar kolaborasi ke depan lebih tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan terukur kontribusinya. Penguatan monitoring dengan indikator yang jelas juga menjadi sorotan.
Peserta rapat yang hadir mencakup berbagai elemen penting: perangkat daerah, tokoh agama, akademisi, asosiasi usaha, LSM, lembaga masyarakat, organisasi perempuan, hingga komunitas terkait. Kegiatan ini didanai oleh APBD daerah tahun 2026, menunjukkan komitmen pemerintah dalam penanganan stunting. (tob/ka)







