TIMIKA (2/6/26), NGK – Angin laut berhembus kencang menyapa wajah-wajah penuh semangat yang menapak di tanah Distrik Mimika Barat Jauh. Perjalanan panjang berjam-jam menyeberangi lautan—melawan ombak yang kadang bergelora, menembus rintik hujan dan terik matahari—bukan penghalang bagi rombongan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika.

Dipimpin langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Suzy Susana Herawati Rettob, didampingi Wakil Ketua Periana Kemong, serta seluruh anggota dari Pokja I hingga Pokja IV, kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan sebuah janji pengabdian yang dibuktikan dengan langkah nyata di wilayah yang dijuluki sebagai salah satu ujung terjauh kabupaten ini.

Di tengah riuh rendah sambutan warga, di hadapan Kepala Distrik selaku Ketua Pembina TP-PKK, Kapolsek beserta jajaran, tokoh agama, tokoh adat, para pendidik, serta aparat keamanan yang setia mendampingi, momen bersejarah terukir jelas: pelantikan pengurus baru TP-PKK Distrik Mimika Barat Jauh di bawah kepemimpinan Sarce SM Kukuareyau.

Pelantikan yang penuh hikmat itu, berlangsung di Kantor Distrik Mimika Barat Jauh pada Selasa (2/6/2026).
Dalam sambutannya yang penuh semangat dan kehangatan, Suzy Rettob membuka pertemuan itu dengan salam persaudaraan yang menyatukan semua keyakinan, “Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.” Ia menyapa seluruh hadirin, mulai dari para pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga biasa dengan sapaan akrab. Ia pun mengapresiasi dedikasi rombongannya yang rela menempuh perjalanan berat.
Jangan bosan-bosan lewat laut. Kalau ada yang muntah atau takut naik pesawat kecil, itulah memang gambaran geografis Kabupaten Mimika yang sangat berat sebenarnya. Ada pegunungan, ada lautan, jalannya beragam. Namun, karena ini adalah panggilan pelayanan untuk melayani masyarakat, saya yakin Tuhan pasti akan merestui setiap langkah dan perjalanan kami,” ujar Suzy di hadapan hadirin.

Ia menegaskan, keikutsertaan seluruh anggota TP-PKK Kabupaten dari berbagai Pokja I hingga IV memiliki tujuan mulia agar mereka benar-benar mengenal wilayah Mimika secara utuh, tidak hanya tahu wilayah di dalam kota saja. “Mereka harus ikut turun supaya tahu, Kabupaten Mimika itu luas dan indah, meski medannya menantang,” tambahnya yang disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Suzy juga mengungkapkan rasa syukur mendalam karena meski menempuh perjalanan laut selama empat hingga lima jam, seluruh rombongan tiba dalam keadaan sehat walafiat. “Cuaca hari ini sangat bagus, sempat hujan sebentar lalu terang kembali. Ini tanda rahmat Tuhan dan restu leluhur menyertai kita semua berkumpul di sini dalam keadaan sehat,” ucapnya haru.

Kepada para pengurus baru yang baru saja dilantik, termasuk Ibu Sarce SM Kukuareyau selaku Ketua Distrik, Suzy menyampaikan ucapan selamat dan pesan mendalam tentang makna amanah yang baru saja dipikulnya.
“Pelantikan ini adalah sebuah awal dan tanggung jawab besar untuk memajukan keluarga dan masyarakat di distrik ini. Saya percaya dengan dedikasi dan semangat pengabdian Ibu dan Bapak sekalian, amanah ini akan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ingat, PKK memiliki tanggung jawab besar, menjangkau dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga sampai ke distrik ini. Segala sesuatu yang kita temukan di lapangan, kita laporkan ke atas, terutama kepada Bapak Bupat dan Wakil Bupati, demi kemajuan daerah kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan besarnya terhadap wilayah Mimika Barat Jauh yang memiliki potensi luar biasa. “Bapak Kepala Distrik pernah bercerita bahwa tanah di sini sangat subur, wilayahnya strategis. Ada lapangan terbang di sini, ini kota bersejarah, kota tua. Saya yakin ke depannya wilayah ini bisa berkembang pesat, bahkan menjadi kota yang maju. Semoga Tuhan merestui langkah kita semua,” ungkap Suzy penuh optimisme.

Sebagai arahan utama, Suzy meminta seluruh pengurus baru untuk benar-benar memahami dan melaksanakan 10 Program Pokok PKK, namun disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat. Ada dua hal besar yang selalu ia tekankan dalam setiap kunjungannya: Kesehatan dan Pendidikan.
“Tolong perhatikan betul hal ini. Bangunlah koordinasi yang baik dan harmonis dengan Bapak Kepala Distrik selaku pembina. Peran istri pejabat dari tingkat distrik hingga kabupaten ini ada tujuannya, supaya koordinasi berjalan lancar. Kami yang terjun ke masyarakat, Bapak-bapak pemimpin yang menyiapkan anggaran dan sarana. Kalau tidak ada kerja sama, tentu program tidak akan jalan. Seperti mau beli BBM saja butuh dana, kan?” ujarnya dengan nada bersahabat namun tegas.
Khusus mengenai program prioritas, Suzy menyoroti upaya penurunan angka stunting. Ia mengapresiasi penanaman bibit daun kelor yang dilakukan hari ini. “Daun kelor sangat bergizi, ini bagian dari upaya kita lawan stunting. Ini program prioritas provinsi, dan harus kita lanjutkan sampai ke kampung-kampung. Selain itu, perhatikan kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan anak usia dini,” pesannya.
Masalah pendidikan menjadi sorotan tajam. Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Mimika, Suzy menegaskan komitmennya agar setiap distrik wajib memiliki PAUD. “Saat ini ada program Wajib Belajar 13 Tahun. Saya berpesan, di distrik mana pun yang belum ada PAUD, harus segera ada. Tolong Ibu Ketua dan pengurus baru perhatikan ini, laporkan ke Kepala Distrik, dan kami akan terus perjuangkan ke Bupati,” serunya.
Ia juga mengingatkan tantangan sosial yang ada, seperti maraknya pernikahan anak di bawah umur yang harus segera disosialisasikan pencegahannya, serta penguatan ekonomi keluarga melalui kelompok Dasawisma yang harus aktif bergerak di kampung-kampung.
Kehadiran tenaga medis dan dokter yang ikut dalam rombongan mendapat apresiasi tinggi dari Suzy. “Dokter-dokter ini ikhlas meninggalkan pekerjaannya demi mendampingi kami membawa pelayanan kesehatan. Mereka membawa alat USG, dan ini sangat membantu. Kemarin saja, kami menemukan kasus ibu hamil dengan kelainan besar, kami rujuk ke kota, dioperasi, dan sekarang sudah sehat. Ini bukti nyata kehadiran kita,” ceritanya.
Terkait kegiatan Posyandu dan makanan tambahan, Suzy berpesan agar warga tidak lagi bergantung pada makanan kaleng atau biskuit kemasan. “Kita kaya sumber daya alam. Olah bahan lokal! Buat makanan tambahan dari labu, dari ikan, dari hasil kebun sendiri. Kemarin Pokja kita sudah contohkan buat roti dari labu, bakso dari ikan. Itu lebih sehat, lebih murah, dan lebih bermartabat,” ujarnya mengajak.

Ia juga meminta agar pengurus PKK di tingkat kampung segera dilantik agar program bisa menjangkau hingga ke pelosok. “Saya minta maaf, kali ini kami belum sempat sampai ke wilayah Kampung Ararau karena khawatir ombak laut terlalu besar. Tapi percayalah, satu saat nanti jejak langkah kami pasti sampai ke sana juga,” janji Suzy.
Kabupaten Mimika memiliki 18 distrik yang tersebar luas dengan karakter geografis yang sangat beragam—mulai dari pesisir hingga pegunungan yang terjal. Hingga hari ini, baru empat distrik yang pengurus PKK-nya telah resmi dilantik, dan Mimika Barat Jauh menjadi salah satu yang beruntung. Masih ada 14 distrik lainnya yang menanti langkah serupa, namun semangat yang menyala di sini menjadi percikan api yang akan menyebar ke seluruh penjuru. “Jangan merasa wilayah ini ‘jauh’. Nanti lama-kelamaan akan menjadi dekat, bahkan tumbuh menjadi wilayah yang maju dan berkembang,” seru Suzy, menanamkan keyakinan bahwa jarak hanyalah tantangan yang akan teratasi dengan kerja sama dan tekad.
Setelah momen pelantikan dan arahan kerja yang mendalam, berbagai kegiatan nyata pun digelar. Tanpa jeda, tim TP-PKK Kabupaten bergerak turun langsung ke tengah masyarakat, membawa beragam manfaat yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Alat ibadah diserahkan sebagai dukungan bagi kehidupan beragama yang harmonis. Alat tulis dibagikan kepada anak-anak PAUD, disusul kegiatan sikat gigi bersama yang mengajarkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini. Di sisi lain, bibit tanaman jeruk, cabai, dan kelor disebarkan luas—bukan sekadar pemberian, melainkan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan keluarga.

Di lokasi Posyandu, keramaian hangat tercipta. Balita dan ibu hamil menerima perhatian penuh, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pembagian makanan tambahan bergizi. Semua kegiatan ini merupakan wujud nyata dari arahan yang disampaikan Suzy agar program PKK hidup dan dirasakan manfaatnya oleh setiap lapisan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Suzy kembali mengajak seluruh pengurus baru untuk memahami secara mendalam kelembagaan dan sepuluh program PKK agar bisa bekerja dengan arah yang sama. “Selamat bekerja dan sukses untuk seluruh pengurus TP-PKK Distrik Mimika Barat Jauh. Semoga Tuhan memberkati langkah kita semua,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dan sorak gembira warga.
Di bawah langit Mimika Barat Jauh yang perlahan berubah warna saat sore menjelang, satu hal yang pasti: benih-benih harapan telah ditanam. Baik berupa bibit tanaman, ilmu pengetahuan, maupun semangat pengabdian, semuanya tumbuh bersama tekad pengurus baru dan warga setempat. Mimika Barat Jauh kini bukan lagi sekadar nama wilayah di peta, melainkan saksi sejarah perjalanan panjang TP-PKK Mimika dalam merangkul setiap keluarga, membangun dari yang paling dasar, dan meyakinkan satu hal: tidak ada tempat yang terlalu jauh untuk dijangkau demi kesejahteraan bersama.
“Tuhan memberkati langkah kita semua, untuk Mimika yang lebih sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing,” tutur Suzy. (tob/ka)








