Beranda Hukum Darah Yahukimo, Nyawa Hilang dan Hukum yang Terinjak

Darah Yahukimo, Nyawa Hilang dan Hukum yang Terinjak

60
0
BERBAGI
Theo Hesegem, YKKMP ketika Bersama Abrien Claude Zoller, Facilitator, President of The Board of The ICP Coalition, GHR (Foto: YKKMP)

Setiap perjuangan, sekalipun tujuannya dianggap paling mulia, akan kehilangan arah dan keabsahannya jika menginjak-injak martabat manusia.

WAMENA (26/7/26), NGK – Tanah Papua kembali merasakan getirnya kehilangan yang tak seharusnya terjadi. Di tengah hembusan angin pegunungan Yahukimo yang biasa membawa sejuk, kini terseret kabar kelam. Pada Selasa, 21 Juli 2026, dua nyawa manusia—Yentinus Kogeya dan Sely Wenda, terenggut dalam peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Kabar ini bukan sekadar catatan peristiwa di lembar berita. Ini adalah luka yang menganga bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus tamparan keras bagi setiap pihak yang mengaku memperjuangkan martabat tanah ini.

Theo Hesegem, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), menyampaikan belasungkawa yang mendalam dengan nada yang bercampur duka dan ketegasan. “Kami turut merasakan perih yang dirasakan seluruh keluarga korban. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahkan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan yang tak terhingga untuk menghadapi cobaan yang begitu berat ini,” ujar Hesegem, mantan jurnalis itu.

Peristiwa ini menyisakan kisah yang ironis tentang Yentinus Kogeya. Beberapa tahun silam, ia pernah menjadi korban kekerasan yang berbeda: ditembak oleh aparat keamanan atas dugaan membawa amunisi. Saat itu, nyawanya sempat terancam, dan Theo Hesegemlah yang turun tangan mendampingi perawatannya—mulai dari perawatan darurat di RSUD Wamena hingga proses rujukan ke Jayapura, beriringan dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan Wamena. Saat itu, semua berjuang untuk menyelamatkan nyawanya. Namun kini, orang yang pernah diperjuangkan keberadaannya itu justru berpulang dengan cara yang penuh tanda tanya, tanpa kesempatan untuk membela diri.

Hingga saat ini, tak ada bukti yang terverifikasi secara jelas mengenai alasan penembakan ini. Pernyataan yang menyebut keduanya sebagai anggota Panpol hanyalah tuduhan yang dilontarkan tanpa proses pemeriksaan yang adil, tanpa kesempatan bagi mereka untuk menjelaskan diri, dan tanpa pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan. Di hadapan hukum dan nilai kemanusiaan, setiap orang berhak dianggap tidak bersalah sampai terbukti sebaliknya melalui proses yang jujur dan terbuka. Menjatuhkan vonis mati tanpa sidang, tanpa kesaksian yang sah, dan tanpa jalan pembelaan adalah pengkhianatan terhadap esensi keadilan itu sendiri.

“Apabila peristiwa ini benar terjadi sebagaimana yang dilaporkan, maka tindakan tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap nilai-nilai kemanusiaan, Hak Asasi Manusia, serta Hukum Humaniter Internasional,” tegas Theo.

Direktur Eksekutif YKKMP mengingatkan, sekalipun dalam situasi konflik bersenjata, aturan main tak boleh dilupakan. Masyarakat sipil harus dilindungi. Mereka yang tidak lagi ikut serta dalam permusuhan tak boleh diserang  dan penggunaan kekuatan harus terukur, proporsional, serta sesuai dengan prinsip yang dijunjung dunia. Hak hidup adalah hak yang melekat pada setiap manusia dan tak ada satu pun kekuasaan atau alasan yang berhak mencabutnya semena-mena.

YKKMP menegaskan dengan teguh. Setiap perjuangan, sekalipun tujuannya dianggap paling mulia, akan kehilangan arah dan keabsahannya jika menginjak-injak martabat manusia. Membunuh tanpa proses hukum bukanlah keberanian, bukan pula bentuk perjuangan yang luhur. Sebaliknya, tindakan semacam itu hanya akan merusak kepercayaan masyarakat lokal, meruntuhkan dukungan nasional, hingga mematikan simpati dunia internasional. Perjuangan yang merenggut nyawa sesama anak bangsa, apalagi warga sipil yang tak berdaya, tak akan pernah mampu melahirkan kedamaian yang abadi dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, YKKMP menyerukan langkah nyata yang harus segera diambil oleh semua pihak. Kepada TPNPB di wilayah Yahukimo. Mari kembali merenungkan prinsip yang diperjuangkan, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap tindakan yang menggunakan kekuatan, berikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran untuk menjauhkan sasaran dari warga sipil, dan taati sepenuhnya aturan Hukum Humaniter Internasional.

Kepada TNI dan Polri, tetaplah melaksanakan tugas pengamanan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan jadikan perlindungan masyarakat sipil sebagai prioritas utama.

Kepada Pemerintah Republik Indonesia, jangan biarkan konflik ini berlarut dalam kekerasan. Perkuatlah jalan dialog yang bermartabat, berlandaskan rasa saling menghargai, dan tegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.

Kepada Komnas HAM, lakukan pemantauan dan penyelidikan secara mandiri, objektif, serta transparan, agar seluruh fakta dapat terungkap dan kebenaran dapat ditegakkan bagi semua pihak.

Dan kepada seluruh anak bangsa di tanah Papua, mari kita genggam erat persatuan yang sudah ada. Jangan biarkan duka ini berubah menjadi dendam yang meledak menjadi kekerasan baru. Jangan biarkan perbedaan pendapat memisahkan kita. Mari kita terus berjalan bersama untuk meraih kedamaian yang hakiki, di mana setiap nyawa dihargai, setiap martabat dijunjung, dan setiap suara didengar dengan adil.

Di penghujung pernyataannya, Theo Hesegem mengingatkan dengan suara yang penuh harapan namun tegas, “Kita semua adalah bagian dari tanah ini. Perdamaian yang adil dan abadi hanya akan tumbuh jika kita semua berjanji untuk menghormati hak hidup sesama, memegang teguh hukum yang adil, dan menjadikan perlindungan manusia sebagai tujuan utama setiap langkah yang kita ambil. Tanpa itu, kita hanya akan terus berputar dalam lingkaran kekerasan yang tak berujung.”

Theo Hesegem mengingatkan dengan suara yang bergetar namun penuh keyakinan: “Perdamaian yang adil dan berkelanjutan hanya akan lahir jika kita semua menghormati hak hidup, menjunjung hukum, dan menjadikan perlindungan sesama manusia sebagai prioritas utama. Tanpa itu, kita hanya akan terus berjalan dalam kegelapan yang tak berujung.” (ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here