Beranda Nusantara Distrik Membangun, Model Pembangunan untuk Papua

Distrik Membangun, Model Pembangunan untuk Papua

152
0
BERBAGI
Bupati Jayapura, Mathius Pholeuw Awoitauw, ketika menyampaikan materi tentang “Distrik Membangun, Membangun Distrik (DMMD)” sebagai model pembangunan di Tanah Papua. (Foto : Ist/*)

Jayapura, NGK – Bupati Jayapura, Mathius Pholeuw Awoitauw, kembali meluncurkan model pendekatan pembangunan bagi Tanah Papua. Kali ini, Pace Bupati menawarkan program “Distrik Membangun, Membangun Distrik (DMMD) sebagai model pembangunan di Tanah Papua.

Untuk itu, Senin (23/3/21) Bupati akan tampil di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai Narasumber dalam Rapat Supervisi Pelimpahan Kewenangan Kepada Camat atau Distrik dalam mendukung invovasi pelayanan terpadu di Kecamatan atau di Distrik.

Dalam rapat Supervisi yang akan berlangsung dari Senin – Kamis (23 – 25 Maret 2021) itu, Mathius Pholeuw Awoitauw akan tampil dengan menyampaikan materi “Best Practice (Praktek Terbaik) : “Distrik MembangunPendekatan Pembangunan di Tanah Papua dari Kabupaten Jayapura.”

Menurut Bupati, distrik berperan sebagai ujung tombak pemerintah di garis depan untuk menyediakan pelayanan publik (Kesehatan, Pendidikan, serta administrasi kependudukan), perekonomian, Kewirausahaan , Sumber Daya Alam  dan Lingkungan Hidup, Data, Informasi  dan Pengetahuan,  serta distrik sebagai pusat pemberdayaan Masyarakat Adat dan Penguatan Kampung Adat.

“Pendekatan ini dilakukan untuk mengeser paradigma Kemiskinan ke Paradigma Pengelolaan Kekayaan Sumber Daya Alam  berbasis komunal oleh Masyarakat Adat. Pergeseran ini sebagai sesuatu kekuatan bersama  yang dapat mengangkay dan melindungi Jatidiri masyarakat,”  ungkap Mathius Pholeuw Awoitauw dalam makalahnya yang akan disampaikan dalam rapat Rapat Supervisi di Kemendagri.

Lebih lanjut Bupati memaparkan, Distrik adalah bagian wilayah kerja di kabupaten yang mempunyai fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat di tingkat Kampung yang dipimpin oleh Kepala Distrik sebagai perangkat daerah kabupaten.

Sedangkan distrik membangun adalah program penguatan distrik untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di kabupaten sebagai terobosan untuk mengatasi ketertinggalan dan keterbatasan dalam pelayanan dasar, pengembangan sosial budaya dan ekonomi rakyat.

Awoitauw, menjelaskan, tujuan dari  pengaturan distrik membangun yaitu : Pertama, untuk  mempercepat pelaksanaan pembangunan distrik melalui program tepat sasaran yang tersusun secara sistematis, terarah dan berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian Distrik.

Kedua, meningkatkan peran distrik dalam pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat adat dan Kampung, serta mendorong peran perangkat daerah, mitra pembangunan dan pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, dalam distrik membangun ada enam pusat kegiatan, yaitu Pusat Pemberdayaan Masyarakat Adat, Pusat Pelayanan Dasar, Pusat Inovasi dan Kewirausahaan, Pusat Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pusat SDA dan Lingkungan Hidup, serta Pusat Data, Informasi dan Pengetahuan.

Selain membangun distrik dengan enam kompenan, distrik juga harus membangun berbagai prasyarat dan pendukung penguatan distrik, yaitu Reformasi Kebijakan yaiyu pendelegasian kewenangan ke distrik, reformasi perencanaan dan  penganggaran Berbasis Kewilayahan, reformasi kebijakan sektoral agar menjangkau kampung dan distrik, reformasi pengembangan kapasitas SDM dan sarana prasarana, reformasi kemitraan pemerintah- mitra pembangunan- swasta- masyarakat sipil.

Selaian itu, Awoitauw menjelaskan, bahwa distrik sebagai pusat pemberdayaan masyarakat adat. Tujuannya, yaitu : Mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya Kampung. Memperkuat dan mendukung program dan kegiatan Kampung. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat. Meneguhkan nilai-nilai adat, tradisi dan budaya orang asli Papua.

Cara menyelenggarakannya, yaitu : Penguatan modal sosial budaya masyarakat adat. Penataan dan pengembangan pusat-pusat budaya masyarakat adat. Penguatan Kerjasama, kemitraan dan mempromosi nilai-nilai adat, tradisi dan budaya masyarakat.

Sedangkan distrik sebagai Pusat pelayanan dasar, tujuannya, yaitu : Memberikan pelayanan prima kepada masyarakat terutama dalam pemenuhan hak-hak dasar rakyat, berupa hak atas: Pangan dan Gizi, Kesehatan, pendidikan, perumahan dan pemukiman, air bersih dan sanitasi.

Lalu untuk menyelanggarakan distrik sebagai pusat pelayanan dasar yaitu dengan pelayanan administrasi kependudukan. Pelayanan pendidikan. Pelayanan kesehatan. Pelayanan Ketentraman dan Ketertiban Sosial.

Lebih lanjut Awoitauw menjelaskan, bahwa distrik sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan. Tujuannya, yaitu : untuk menguatkan semangat dan optimisme, meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusaha, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kemandirian dan kemajuan OAP dalam mengelola sumber daya, lahan dan aset Kampung dan Daerah.

Sedangkan cara penyelenggaraan yaitu : Pengelolaan data, informasi, serta peta lahan dan tata ruang. Kemudian pengendalian dan pengawasan pemanfaatan lahan dan tata ruang. Kesiapsiagaan dan ketangguhan bencana dan perubahan iklim. Penguatan mitigasi bencana dan perubahan iklim.

Awoitauw memaparkan juga tentang Distrtik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Tujuannya, mendukung pengembangan kegiatan ekonomi produktif. Pengembangan kawasan ekonomi pedesaan atau perkampungan. Peningkatan produksi, nilai tambah dan pendapatan masyarakat dan terbukanya kesempatan kerja.

Untuk menyelenggarakannya, yaitu dengan cara pengembangan produk unggulan. Perluasan Kerjasama dan kemitraan dalam promosi dan pemasaran produk unggulan.  Penyediaan infrastruktur ekonomi. Peningkatan standar pengolahan. Perbaikan standar pengemasan dan branding. (*/KA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here