Beranda Serba Serbi JUNGLE CHILD “Si Anak Rimba” dari Papua

JUNGLE CHILD “Si Anak Rimba” dari Papua

198
0
BERBAGI

Alam adalah tempat bermainnya. Rimba adalah rumahnya. Dan langit adalah tempat bernaungmnya.

SABINE KUEGLER ketika berusia tujuh tahun, ia bersama orang tuanya dan adiknya pada tahun 1980 tiba sebuah hutan terpencil di Tanah Papua. Mereka hidup di tengah-tengah Suku Fayu yang saat itu baru “ditemukan”. Suku ini sama sekali belum tersentuh oleh peradaban moren (saat itu).

Sabine yang masih kecil pun, tak lagi bermain boneka tapi Sabine bermain dengan ular serta busur dan panah sungguhan. Bukan permen yang dikunya, melainkan kekelawar panggang dan serangga.

Jungle Child adalah kisah memukau tentang suatu kehidupan primitif (baca – sederhana). Kehidupan itu terputus ketika keluarga Sabine kembali ke Jerman. Meski akhirnya kembali ke Papua, Sabine – kini terjebak dalam dua budaya yaitu budaya Suku Fayu dan Budaya Jerman – Eropa. Ia benar-benar tidak merasa aman, apalagi budaya Fayu sudah menyatuh dalam kehidupannya.

Kematian temannya Ohri, semasa kecil sekaligus kakak Fayu-nya, membuat Sabine untuk meninggalkan Rimba Papua selamanya. Tapi Sabine sulit untuk hidup dalam budaya Jerman karena Budaya Fayu dan Rimba Papua sudah menyatuh dalam kehidupannya.

Di usia 17 tahun, ia masuk sekolah berasrama di Swiss. Melalui proses adaptasi yang sulit, maka perlahan-lahan, Sabine berhasil menyesuaikan diri dan kembali dengan budaya barat. Namun Sabine tetap mengakui, bahwa sebagian dari dirinya akan terus menjadi  JUNGLE CHILD “si anak rimba” dari Papua  (*/ka)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here