Beranda PAPUA TENGAH Kopi Paniai Bersemi: Inovasi dan Semangat Lokal Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kopi Paniai Bersemi: Inovasi dan Semangat Lokal Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

37
0
BERBAGI
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai bersama anggota Koperasi Tani Papua Makmur.

PANIAI  (27/3/26), NGK  – Di tengah hiruk pikuk tantangan ekonomi, secercah harapan mulai merekah di Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, tidak hanya duduk manis mendengarkan aspirasi, tetapi mengambil langkah nyata untuk memberdayakan ekonomi berbasis kerakyatan. Melalui penyerahan simbolis bantuan peralatan produksi kepada para petani kopi, ia menabur benih kemandirian di tanah adat.

Bantuan ini diserahkan langsung di sela agenda Reses I, bertempat di Cafe Ko’Puas, Enarotali, pada Rabu (25/03/2026). Bukan sekadar alat, melainkan sebuah janji kemajuan yang terwujud dalam bentuk mesin bender atau penggiling/pemroses kopi. Bantuan ini diharapkan menjadi katalisator semangat para petani untuk meningkatkan skala produksi kopi lokal mereka yang kaya rasa.

Agus Kadepa, Ketua Koperasi Tani Papua Makmur, menyambut hangat bantuan tersebut. Baginya, mesin bender ini adalah jawaban atas kendala teknis yang selama ini membelenggu laju produksi. “Peralatan ini sangat membantu kami,” ujarnya dengan antusias. “Dengan mesin ini, proses produksi menjadi jauh lebih efektif dan mengurangi beban kerja manual petani. Ini adalah dukungan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan kami di lapangan.”

Lebih dari sekadar bantuan teknologi, John Gobai juga memberikan apresiasi mendalam terhadap fenomena positif yang mulai terlihat: generasi muda dan para sarjana asal Paniai yang memilih kembali ke kampung halaman untuk merawat dan mengembangkan tanaman kopi. Ia melihat perpaduan antara sentuhan teknologi modern dan semangat membara kaum muda sebagai kunci kemajuan daerah yang sesungguhnya.

“Kesejahteraan tidak harus dicari di kota,” tegas John NR Gobai. “Melalui pertanian yang didukung alat modern, masyarakat bisa hidup mandiri. Saya berkomitmen untuk terus mengawal bantuan seperti ini agar ekonomi kampung benar-benar berdikari.” Ia menegaskan bahwa pemberian bantuan ini adalah bagian dari tanggung jawabnya untuk memastikan sektor pertanian, khususnya kopi, menjadi tulang punggung ekonomi Papua Tengah. Harapannya, masyarakat dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada aktivitas perkotaan dan fokus mengelola potensi besar yang terhampar di tanah adat masing-masing.

Pertemuan reses ditutup dengan komitmen bersama antara petani dan legislatif. Mereka sepakat untuk terus memantau penggunaan bantuan alat produksi ini, memastikan setiap mesin yang diberikan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga dan kelompok tani di Paniai. Kisah kopi Paniai kini bukan hanya tentang cita rasa, tetapi juga tentang inovasi, semangat gotong royong, dan kemandirian yang mulai bersemi. (krist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here